Berita

14 Grup Band Papua Pegunungan Bawa Misi Budaya ke PRF IX di Nabire

WAMENA, TOMEI.ID | Sebanyak 14 grup band dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan siap tampil dalam Papua ajang Reggae Festival (PRF) IX di Nabire, Provinsi Papua Tengah pada Oktober mendatang. Para musisi tersebut membawa misi memperkenalkan identitas budaya, bahasa daerah, dan karya pembangunan Papua Pegunungan melalui musik.

Kesiapan kontingen disampaikan perwakilan panitia pelaksana, Samuel Pigai, saat peluncuran kontingen seniman dan pameran ekonomi kreatif di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (4/9).

Samuel mengatakan keikutsertaan para musisi bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Papua Pegunungan kepada masyarakat di Tanah Papua.

“Kami memberangkatkan 14 grup band yang mewakili 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Lagu-lagu yang ditampilkan tidak hanya menggunakan bahasa daerah dari delapan kabupaten, tetapi juga menyelipkan lirik tentang hasil karya serta kemajuan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Melalui karya seni, kami membawa nama baik Papua Pegunungan agar semakin dikenal luas,” ujar Samuel Pigai di hadapan para tamu undangan dan peserta kegiatan.

Menurut Samuel, seniman memiliki peran penting sebagai pemersatu dan penyemangat masyarakat. PRF IX dinilai menjadi panggung strategis untuk memperkuat promosi identitas Papua Pegunungan melalui karya musik.

Festival tersebut akan diikuti sekitar 60 grup musik dari berbagai wilayah Tanah Papua, mulai dari Sorong hingga Merauke. Selain kontingen musik, peluncuran juga melibatkan 16 pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.

Samuel mengakui persiapan kontingen berlangsung dengan sejumlah keterbatasan. Namun, dukungan sponsor swasta, wakil rakyat, dan pelaku UMKM turut menopang pelaksanaan kegiatan hingga keberangkatan para seniman.

Peluncuran kontingen dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Izak Yando.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Izak menegaskan bahwa pengembangan seni dan budaya harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk sebuah acara, tetapi juga untuk merayakan para seniman luar biasa yang menjaga budaya kita. Kita memiliki keunikan daerah yang tidak dimiliki oleh wilayah lain dan ini harus terus dikembangkan. Ekonomi masyarakat harus bergerak bersama dengan perkembangan seni dan budaya; jangan takut berkarya dan jangan pernah merasa kalah dari daerah lain,” tegas Izak Yando saat menyampaikan arahan Gubernur Papua Pegunungan.

Keikutsertaan 14 grup band Papua Pegunungan di PRF IX menjadi momentum memperluas promosi budaya daerah sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif kepada masyarakat dari berbagai wilayah Tanah Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Korneles Kotouki Serukan Stop Bakar Hutan di Dogiyai: Jaga Alam, Selamatkan Masa Depan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Dogiyai sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan…

16 menit ago

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

1 hari ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

2 hari ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

2 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

2 hari ago

Delapan Tahun Deklarasi Manokwari, Karhutla Mengancam Papua: YLBHI Desak Darurat Bencana dan Penghentian PSN Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…

2 hari ago