Berita

22 OPD Papua Tengah Dukung Penuh Kegiatan Rekonsiliasi Data yang Digagas oleh BKPSDM

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Rekonsiliasi Data yang dilakukan oleh BKPSDM Papua Tengah selama sepekan di Nabire.

Kegiatan ini didukung dan disambut baik oleh sejumlah OPD setempat karena dinilai sangat penting untuk urusan administrasi kepegawaian.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Makaria Tatogo, mendukung kegiatan Rekonsiliasi Data yang dilakukan BKPSDM. Ia berharap, kegiatan ini bisa dilakukan tiga bulan sekali karena ada pegawai yang pensiun atau mutasi.

“Pegawai kita di sini ada 198, ada 82 PNS dan 106 CPNS. Kami merasa penting karena di beberapa bulan terakhir ini di Dinas PUPR ada pergantian pejabat baik di eselon 2, eselon 3 maupun eselon 4,” tutur Makaria.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Bernard Douw, juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan Rekonsiliasi Data yang digelar BKPSDM.

“Data pegawai kami sangat banyak. Kami sangat berterima kasih kepada BPKPSDM untuk turunkan tim supaya kita sinkron data kami di Dinas Pendidikan dengan yang ada di data BKPSDM,” ujar Bernard.

Hal senada disampaikan Kasubag Umum dan Kepegawaian Inpektorat Provinsi Papua Tengah Lelyana Sitohang.

“Rekon Data ini sangat bagus supaya kita bisa tahu, berapa jumlah pegawai yang masih aktif atau yang sudah pensiun, juga berapa CPNS. Intinya data kepegawaian itu sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, Zeth Somnaikubun dari Sub Bagian Program dan Keuangan Sekretariat Dewan (Setwan) DPR Papua Tengah mengakui sebelumnya, data kepegawaian yang mereka miliki belum ter-update seluruhnya karena ada pegawai yang baru mutasi masuk Setwan.

“Terima kasih kepada teman-teman dari BKPSDM yang sudah datang untuk melakukan rekon data. Selama ini data kami belum lengkap, tapi dengan adanya kegiatan ini, kami bisa lengkapi secara akurat,” tuturnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Proses Mandek, Konflik Mengintai: HPMN Kritik Kinerja Pansus DPRK Nduga

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga memicu tekanan terbuka dari mahasiswa,…

2 jam ago

Tokoh Adat dan Pemda Nabire Sepakati Tolak Aksi Long March, Polisi Tetap Fasilitasi Demonstrasi

NABIRE, TOMEI.ID | Rencana aksi Front Rakyat Bergerak dalam bentuk long march resmi ditolak. Kesepakatan…

2 jam ago

785 Personel Dikerahkan, Polres Nabire Kunci Lima Titik Hadapi Aksi Front Rakyat Bergerak

NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan 785 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi…

2 jam ago

Frant Rakyat Bergerak Seruhkan Aksi Mogok di Nabire, Bakal Angkat Isu Freeport, Otsus, dan MRP

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menyerukan aksi demonstrasi…

1 hari ago

Honai Tak Boleh Sunyi: Seruan Menyelamatkan Budaya Aplim Apom

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…

1 hari ago

Jumat Agung di Tanah Luka: Salib Kristus dan Jeritan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…

1 hari ago