Berita

36 Hari Bertahan dengan Peluru di Dada, Aliko Walia Akhirnya Meninggal di RSUD Mulia

NABIRE, TOMEI.ID | Duka kembali menyelimuti Papua Tengah. Aliko Walia, bocah asal Distrik Kembru yang menjadi korban luka tembak dalam operasi militer di Kabupaten Puncak, akhirnya meninggal dunia setelah 36 hari berjuang melawan luka peluru yang menembus dadanya.

Aliko Walia menghembuskan napas terakhir di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (19/5/2026) pukul 12.07 WIT, setelah menjalani perawatan intensif sejak insiden penembakan di Kampung Tenoti, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, pada hari, Selasa, (14/4/2026) lalu.

Korban mengalami luka tembak serius di bagian dada kanan hingga tembus ke belakang tubuh.

Dalam peristiwa tersebut, ibu korban, Wundilina Tabuni (40), dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terkena tembakan saat operasi militer berlangsung.

Kepala Distrik Kembru, Selpi Tabuni, mengatakan Aliko sempat menyelamatkan diri usai melihat ibunya roboh terkena tembakan.

“Aliko lari ketakutan meninggalkan ibunya yang sudah tertembak, lalu bertemu ayahnya dan langsung dibawa ke RSUD Mulia untuk mendapat pertolongan medis,” ujar Kepala Distrik Kembru, Selpi Tabuni, kepada wartawan melalui sambungan telepon yang dikutip Jubi, Rabu (20/5/2026).

Menurut Selpi Tabuni, luka yang dialami korban sangat berat karena peluru menembus bagian dada kanan korban hingga meninggalkan lubang besar.
Selama 36 hari menjalani perawatan di RSUD Mulia, tim medis disebut terus berupaya mempertahankan kondisi korban melalui tindakan medis intensif.

“Memang Tuhan sudah tolong dia sampai bisa dirawat di rumah sakit. Tapi bagaimana seorang anak kecil menahan sakit akibat peluru yang menembus dadanya,” kata Selpi Tabuni.

Rencana rujukan medis ke RSUD Nabire juga sempat dipersiapkan, namun kondisi korban terus memburuk sebelum proses rujukan dilakukan.

drg. Miftakhul Huda, M.Kes, menjelaskan pihak rumah sakit telah melakukan berbagai tindakan medis sejak korban pertama kali dirawat.

Tim medis memasang selang pada rongga dada kanan korban akibat penumpukan cairan dan udara pasca luka tembak.

Selain itu, dilakukan pembersihan luka serta penjahitan pada bagian dada dan punggung korban berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi.

“Pasien sempat mengalami perkembangan cukup baik selama masa perawatan. Sudah bisa duduk dan makan sendiri,” jelas drg. Miftakhul Huda.

Namun dalam dua hari terakhir sebelum meninggal dunia, kondisi Aliko kembali menurun akibat dugaan infeksi serius pada luka tembak.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya penumpukan cairan dan udara di rongga dada kanan yang menyebabkan sesak napas berat.

“Proses infeksi sudah terjadi secara sistemik dan kondisi pasien terus memburuk,” ujar drg. Miftakhul Huda.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga RSUD Mulia pada Selasa siang.

Setelah jenazah diserahkan kepada keluarga, Aliko Walia kemudian dikremasi secara adat suku Lani di Kulogonggame, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada sore harinya sekitar pukul 17.25 WIT.

Berdasarkan informasi yang diterima tim redaksi tomei.id, prosesi kremasi dilakukan pada hari yang sama setelah pihak keluarga menerima jenazah dari rumah sakit. Prosesi adat tersebut berlangsung sesuai tradisi masyarakat setempat di wilayah pegunungan Papua.

Sejumlah warga di Distrik Kembru menyebut kematian Aliko menjadi luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat, terutama karena korban masih berusia anak-anak ketika terkena dampak konflik bersenjata yang terjadi di wilayah tersebut.

Kematian Aliko Walia juga menambah daftar korban jiwa warga sipil dalam rangkaian konflik bersenjata dan operasi keamanan di Kabupaten Puncak sejak pertengahan April 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima sore ini, situasi keamanan di sejumlah kampung di wilayah Puncak dan sekitarnya hingga kini masih dilaporkan mengalami ketegangan akibat konflik bersenjata yang terus berlangsung. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Sambut Kunjungan Kerja Dirjen Perkebunan Kementan di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian…

1 jam ago

Pemprov Papua Tengah Resmi Terima Kunci Rusun ASN DOB, Gubernur Tekankan Disiplin dan Pelayanan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi menerima kunci dan hak pemanfaatan Rumah…

2 jam ago

Lamek Dowansiba Desak Kapolda Papua Barat Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal di Manokwari dan Pegaf

MANOKWARI, TOMEI.ID | Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, Lamek Dowansiba, mendesak Kapolda Papua Barat…

3 jam ago

Aksi Long March IMPT dan GPMI-I Duduki Pusat Kota Manokwari, Serukan Penanganan Konflik Kemanusiaan di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari bersama…

3 jam ago

Dominggus Mandacan Serahkan SK Pengangkatan 1.299 CPNS dan PPPK Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.299…

4 jam ago

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Program Pensiun ASN, Gubernur Tekankan Kemudahan Layanan dan Kepastian Hak

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Sosialisasi Program Pensiun bagi Aparatur Sipil…

7 jam ago