Kondisi longsor di Lokasi 22 STA 28+000 Ruas Trans Papua Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim yang menyebabkan akses jalan terputus. Terlihat alat berat melakukan proses pembuatan detour jembatan sementara untuk membuka kembali konektivitas jalur, berdasarkan pembaruan per 9 Februari 2026. [Dok. BBPJN Papua–Papua Pegunungan/PT HMTP].
JAYAPURA, TOMEI.ID | Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mamberamo–Elelim sejak Sabtu (7/2/2026) malam mengakibatkan longsor di 36 titik pada Ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim.
Data resmi BBPJN Papua–Papua Pegunungan bersama PT HMTP selaku pelaksana proyek KPBU mencatat, pembaruan status terakhir per 10 Februari 2026 pukul 09.00 WIT menunjukkan kerusakan signifikan pada badan jalan, lereng, drainase, hingga satu unit jembatan Bailey yang hanyut terbawa arus.
Berdasarkan kronologi kejadian, hujan dengan intensitas sedang mulai turun pada pukul 19.00 WIT dan sempat mereda pukul 20.00 WIT. Namun, hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sejak pukul 21.00 WIT hingga 03.00 WIT pada Minggu dini hari (8/2/2026), menyebabkan ketidakstabilan lereng dan memicu longsoran di sejumlah titik, termasuk amblesnya badan jalan serta rusaknya saluran drainase.
Dari total 36 titik terdampak, tercatat 26 titik longsor lereng, sembilan unit crossdrain putus, serta satu jembatan Bailey di STA 25+650 (Kali Kil) hanyut terbawa arus deras. Selain kerusakan infrastruktur, dilaporkan tiga korban dari rombongan pengendara yang tengah berhenti di area turunan Kalikil dekat sungai. Satu orang mengalami patah tulang tangan kanan disertai luka lecet, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.
Korban sempat terseret arus air sekitar 10 meter sebelum berhasil dievakuasi oleh rekan satu rombongan dan selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Per 10 Februari 2026 pukul 09.00 WIT, dari keseluruhan titik terdampak, sebanyak 21 lokasi telah dilakukan penanganan sementara dan sudah dapat dilewati kendaraan, delapan lokasi masih dalam proses penanganan di lapangan, sementara tujuh lokasi lainnya belum dapat ditangani karena keterbatasan akses serta mobilisasi alat berat yang masih berlangsung.
Akses yang berhasil dibuka sementara baru mencapai STA 23+800, sedangkan titik di atasnya menuju Elelim masih dalam proses pembukaan bertahap.
Beberapa titik dengan tingkat kerusakan berat berada di STA 27+900 hingga STA 31+500 akibat longsor besar yang menutup badan jalan dan merusak lereng eksisting. Di STA 42+900 (Air Terjun Pamang) tengah dilakukan pemasangan aramco sementara dan penimbunan badan jalan.
Sementara di STA 44+600 (Tanah Hitam) dan STA 48+100 (Kali Jernih), akses masih terputus dan menunggu mobilisasi tambahan alat berat berupa excavator dan dozer untuk percepatan penanganan.
Tim di lapangan saat ini terus melakukan pembersihan material longsoran, perbaikan saluran lereng, pemasangan sandbag, penimbunan badan jalan, serta mobilisasi jembatan Bailey pengganti guna memulihkan konektivitas jalur strategis Trans Papua tersebut. Hingga kini, inventarisasi kerusakan dan potensi kerugian masih dalam proses pendataan lanjutan.
Ruas Jayapura–Wamena merupakan jalur vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua, sehingga percepatan penanganan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran arus transportasi dan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi. [*].
JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Papua semakin memanas, konflik terus memicu kekhawatiran serius. Tekanan politik…
KAIMANA, TOMEI.ID | Human Rights Defender (HRD) mendesak dilakukannya investigasi independen dan transparan atas kematian…
BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Penerbangan pagi itu seharusnya menjadi rutinitas biasa di wilayah pedalaman Papua…
BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Insiden penembakan dilaporkan terjadi terhadap pesawat Smart Air dengan nomor registrasi…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan kembali memanas tajam, konflik berkepanjangan kembali pecah di Distrik Kapiraya,…
NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Rabu (11/2/2026), secara resmi mengumumkan duka nasional…