JAYAPURA, TOMEI.ID | Sekitar 60 personel Satuan Brimob Polda Papua diterjunkan bersama dua unit Armored Water Canon (AWC) untuk membersihkan timbunan tanah yang menutup jalur Ring Road di Jalan Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (28/11/2025).
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman bagi masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, serta daerah sekitarnya.
Kepala Satuan Brimob Polda Papua, Kombes Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan adanya material tanah yang mengganggu jalur transportasi.
“Begitu laporan masuk, kami langsung turunkan 60 personel dan dua unit AWC. Prioritas utama memastikan arus lalu lintas aman, lalu aktivitas warga tidak terganggu. Jalur ini padat, terutama menuju Youtefa, Holtekamp, Koya, hingga Skouw,” ujar John melalui keterangan suaranya kepada wartawan, Jumat siang.
Proses pembersihan berlangsung secara terkoordinasi. Personel Brimob mengatur lalu lintas sementara AWC menyemprot dan mendorong material tanah yang menutupi badan jalan.
“Kondisi jalan harus segera dibersihkan karena sangat membahayakan pengendara, terutama saat hujan. Medannya cukup rawan, terutama di sekitar jembatan,” tambahnya.
Brimob menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan mereka kepada masyarakat.
“Kami selalu siap membantu kapan saja demi keselamatan warga Papua,” tutup John. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Rumah Milenial Indonesia (RMI) Papua Tengah menggelar Coffee Morning bertema “Peran Strategis…
MIMIKA, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia…
NABIRE, TOMEI.ID | The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has instructed its forces across…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Persewar Waropen resmi menyatakan mundur dari kompetisi PNM Liga Nusantara 2025/2026. Keputusan…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengambil langkah cepat dan terukur untuk meredam eskalasi…