MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua Barat, menggelar diskusi bersama dan Pemasangan Seribu Lilin untuk memperingati tujuh tahun peristiwa Expo Waena, Kota Jayapura, sekaligus mengenang Ason Mujizau dan korban lainnya, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah mahasiswa Papua di Manokwari dan berlangsung di Asrama Mahasiswa Intan Jaya, Papua Barat, sebagai ruang refleksi dan penghormatan kepada korban, sekaligus meneguhkan komitmen mahasiswa untuk merawat ingatan kolektif atas rangkaian peristiwa 23 September 2019 lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua FIM-WP Manokwari, Nebot Widigipa, menjadi pemantik pertama dalam diskusi, sedangkan pemantik kedua adalah Camrade Wamuak, yang mengulas sejarah, refleksi organisasi, serta pentingnya menjaga ingatan kolektif mahasiswa Papua.
Pembahasan diarahkan pada sosok Ason Mujizau, perjalanan FIM-WP, peristiwa Expo Waena, serta pentingnya menjaga catatan sejarah organisasi dan pengalaman generasi mahasiswa Papua.
Ason Mujizau dikenal dalam catatan organisasi FIM-WP sebagai mahasiswa dan aktivis yang aktif dalam kegiatan organisasi. Publikasi FIM-WP yang dimuat Suara Papua pada 2019 menyebut Ason meninggal dalam rangkaian peristiwa di kawasan Expo Waena pada 23 September 2019. Namun, publikasi tersebut juga memuat versi organisasi mengenai penyebab kematiannya sehingga informasi tersebut perlu ditempatkan sebagai keterangan dari FIM-WP.
Peristiwa Expo Waena terjadi pada 23 September 2019 dalam rangkaian ketegangan yang berlangsung di Papua setelah aksi-aksi mahasiswa terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah.
Pada hari tersebut, bentrokan terjadi di kawasan Expo Waena. Berdasarkan laporan ANTARA yang mengutip keterangan Kapolda Papua saat itu, empat orang meninggal dunia dalam peristiwa di Waena, terdiri atas tiga warga sipil dan seorang anggota TNI AD. Pada saat laporan tersebut diterbitkan, penyebab kematian tiga warga sipil masih disebut belum dapat dipastikan karena masih diperiksa secara medis.
Sementara itu, dokumen komunikasi khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa memuat keterangan berbeda. Dokumen tersebut menyebut adanya laporan bahwa aparat membuka tembakan setelah bentrokan dan penembakan itu dilaporkan menyebabkan tiga mahasiswa meninggal serta sekitar 20 orang terluka.
Dokumen yang sama juga mencatat seorang prajurit tewas dalam insiden tersebut. Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kembali peristiwa Expo Waena secara proporsional.
Karena itu, informasi mengenai kronologi, korban, serta penyebab kematian perlu dibedakan secara jelas antara laporan aparat, catatan organisasi mahasiswa, dan dokumen lembaga internasional.
Diskusi Jadi Ruang Refleksi Mahasiswa
Selama lebih dari satu jam, peserta membahas kembali peristiwa yang terjadi tujuh tahun sebelumnya. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada sosok Ason Mujizau, tetapi juga pada perjalanan FIM-WP dan posisi generasi mahasiswa dalam menjaga dokumentasi sejarah organisasi.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk membicarakan pengalaman generasi sebelumnya, catatan organisasi, serta berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan gerakan mahasiswa Papua.
Menurut FIM-WP Manokwari, menjaga ingatan terhadap sejarah penting dilakukan agar pengalaman dan peristiwa yang pernah terjadi tidak hilang begitu saja dari catatan generasi berikutnya.
Setelah diskusi selesai, peserta kemudian melakukan pemasangan seribu lilin sebagai simbol penghormatan, refleksi, dan penegasan bahwa ingatan terhadap Ason Mujizau serta peristiwa 23 September 2019 tetap dijaga.
Pemasangan lilin menjadi simbol penghormatan kepada Ason Mujizau dan korban lainnya sekaligus penanda bahwa peristiwa 23 September 2019 masih menjadi bagian dari ingatan mahasiswa Papua di Manokwari.
Bagi peserta, tujuh tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum untuk kembali melihat sejarah, mengingat korban, serta merefleksikan perjalanan mahasiswa Papua dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut juga kembali disampaikan versi FIM-WP mengenai proses setelah Ason meninggal, termasuk keberadaan jenazahnya di RS Bhayangkara dan proses pemulangan kepada keluarga hingga ke wilayah Intan Jaya.
Namun, sejumlah detail mengenai kronologi kematian Ason dan dugaan keterlibatan pihak tertentu belum sepatutnya ditulis sebagai fakta final tanpa dukungan dokumen medis, keterangan saksi, atau hasil penyelidikan resmi yang dapat diverifikasi secara independen.
Karena itu, peringatan tujuh tahun tersebut tidak hanya menjadi kegiatan mengenang, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk membicarakan fakta, kesaksian, dokumentasi, dan catatan sejarah mengenai peristiwa Expo Waena.
FIM-WP Manokwari Dorong Generasi Muda Jaga Sejarah
KPK FIM-WP Manokwari berharap kader FIM-WP dan mahasiswa West Papua tidak melupakan sejarah perjalanan generasi sebelumnya serta tetap menjaga dokumentasi berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Papua.
Upaya tersebut dinilai penting agar catatan sejarah tidak hanya berhenti pada ingatan lisan, tetapi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya melalui dokumentasi yang tertata dan dapat ditelusuri.
Seribu lilin yang dinyalakan malam itu menjadi simbol penghormatan sekaligus penanda bahwa nama Ason Mujizau dan peristiwa Expo Waena masih menjadi bagian dari refleksi mahasiswa Papua di Manokwari.
Tujuh tahun berlalu, peristiwa Expo Waena tetap menjadi bagian dari ingatan mahasiswa Papua yang terus dibicarakan, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya, agar catatan sejarah, kesaksian korban, serta pelajaran pentingnya tidak hilang ditelan waktu. [*].
SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…
NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis Cenderawasih Pos (CEPOS), Theresia F. Tekege, mengaku dilarang masuk ke ruang…
TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, bersama UNICEF Indonesia, dengan dukungan Departemen Luar…