NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempercepat pemanfaatan rumah susun (rusun) yang berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan Karadiri sebagai bagian dari upaya penyediaan hunian layak bagi aparatur sipil negara (ASN).
Sebanyak 88 unit hunian telah disiapkan dan akan segera difungsikan, dengan prioritas utama diberikan kepada ASN yang telah berkeluarga, guna mendukung efektivitas kinerja serta stabilitas hunian aparatur pemerintahan daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyampaikan bahwa proses pengisian hunian saat ini tengah berlangsung secara administratif dan terstruktur. Pemerintah provinsi telah menyurati seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengusulkan nama-nama calon penghuni sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
“OPD sudah kami minta untuk mengusulkan nama-nama calon penghuni. Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi dan seleksi kelayakan oleh tim yang dibentuk sebelum penetapan resmi dilakukan,” ujar Silwanus Sumule kepada wartawan di Nabire, Selasa (21/4/2026).
Secara teknis, kompleks rusun tersebut terdiri atas dua tower yang masing-masing memiliki 44 unit hunian, sehingga total tersedia 88 unit kamar yang siap ditempati dalam waktu dekat. Penetapan penghuni akan dituangkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua Tengah sebagai dasar hukum yang sah dan mengikat.
Lebih lanjut, Silwanus Sumule menegaskan bahwa kriteria utama dalam penentuan penghuni adalah ASN yang telah berkeluarga. Kebijakan ini diambil guna memastikan pemanfaatan hunian dilakukan secara optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil aparatur di lingkungan pemerintahan provinsi.
“Persyaratan utama adalah ASN yang sudah berkeluarga. Sementara untuk ketentuan teknis lainnya akan diatur lebih lanjut oleh tim seleksi agar prosesnya berjalan transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Di samping itu, pemerintah provinsi juga terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah aspek pendukung guna memastikan kesiapan hunian sebelum difungsikan secara penuh. Beberapa infrastruktur dasar yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan air bersih, jaringan utilitas, serta akses jalan menuju kawasan rusun.
“Kami telah melakukan rapat koordinasi untuk memastikan seluruh aspek teknis, termasuk air bersih dan infrastruktur jalan, dalam kondisi siap sebelum hunian ditempati,” tambahnya.
Dengan percepatan yang dilakukan secara terencana dan terukur ini, Pemprov Papua Tengah menargetkan rusun Karadiri dapat segera dihuni dalam waktu dekat, guna menjawab kebutuhan hunian layak bagi ASN secara berkelanjutan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mendukung kenyamanan dan kinerja ASN, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan di pusat ibu kota provinsi yang terus berkembang, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat secara optimal. [*].
JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) meminta…
MANOKWARI, TOMEI.ID | KSP 2 Rayon 10 di bawah naungan Persekutuan Gereja-Gereja Petrus Amban (PGGPA)…
NABIRE, TOMEI.ID | Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi PA 1884 KE dilaporkan meledak saat…
INTAN JAYA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menyoroti krisis…
MANOKWARI, TOMEI.ID | TK YAPIS I REREMI Manokwari menggelar Pelepasan Peserta Didik dan Pentas Seni…
NABIRE, TOMEI.ID | SD Negeri Pugisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, berhasil meluluskan seluruh peserta…