NABIRE, TOMEI.ID | Alumni Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari secara resmi mendeklarasikan pembentukan wadah alumni di Papua Tengah melalui kegiatan reuni bertajuk “Satu Tunggu dalam Satu Honai”.
Kegiatan ini digelar di Auditorium KSK Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, Sabtu (10/1/2026).
Deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi alumni IMPT yang selama nyaris tiga dekade telah tersebar di berbagai wilayah Papua maupun di luar daerah studi. Wadah alumni ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat jejaring, kontribusi sosial, serta keberlanjutan nilai-nilai organisasi.
BACA JUGA: Yuliten Anouw Buka Reuni Alumni dan Deklarasi Wadah Alumni IMPT Papua Tengah
Marselus Gobay, Ketua Panitia Pendiri IMPT Manokwari, menjelaskan bahwa IMPT Manokwari memiliki karakteristik unik dibanding organisasi mahasiswa Pegunungan Tengah di daerah lain. Di Manokwari, kata Gobai, mahasiswa asal berbagai wilayah Pegunungan Tengah, mulai dari Nabire, Pegunungan Bintang, hingga Yahukimo berhimpun dalam satu organisasi yang sama.
“Keunikan IMPT Manokwari terletak pada semangat persatuan. Semua mahasiswa Pegunungan Tengah disatukan dalam satu wadah, sehingga kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan utama organisasi ini,” ujar Gobay.
Menurutnya, gagasan reuni alumni sebenarnya telah muncul sejak lama, bahkan sejak tahun 2008. IMPT sendiri didirikan dan dideklarasikan pada tahun 1998, dengan musyawarah pertama pada 1999. Memasuki usia ke-28 tahun, kerinduan untuk kembali berkumpul dan menyatukan alumni akhirnya dapat terwujud.
“Banyak alumni telah kembali ke daerah masing-masing atau menetap di kota studi, sehingga koordinasi cukup sulit. Namun berkat inisiatif adik-adik angkatan yang membentuk grup komunikasi dan melacak keberadaan para senior, reuni ini akhirnya dapat terlaksana,” jelasnya.
Gobay menambahkan, pada waktu yang sama juga dilakukan kegiatan serupa di wilayah Pegunungan Tengah sebagai langkah awal pembentukan wadah alumni di tingkat provinsi dan kabupaten. Upaya ini dipandang strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung mahasiswa aktif serta pembangunan sosial di daerah.
Ke depan, IMPT Manokwari merencanakan penyelenggaraan Reuni Akbar pada tahun 2028 di Manokwari. Agenda tersebut dirancang sebagai momentum kembali ke almamater sekaligus pembentukan wadah alumni secara menyeluruh, baik di tingkat Papua maupun nasional.
Pembentukan wadah alumni IMPT Manokwari memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain mempererat kebersamaan dan saling memberdayakan antaralumni, mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa aktif, meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan, serta menjaga dan melestarikan nilai, visi, dan semangat IMPT.
Gobay berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya dapat segera melengkapi struktur organisasi, menjaga nama baik IMPT, menyusun program kerja berkelanjutan, serta mempersiapkan Reuni Akbar secara matang.
“Program yang dijalankan harus berkesinambungan dan tetap sejalan dengan tujuan awal organisasi, agar IMPT terus memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat,” pungkasnya. [*].









