NABIRE, TOMEI.ID | Kehadiran para wartawan senior Papua memperkuat pelaksanaan Festival Media (Fesmed) perdana se-Tanah Papua Raya yang akan digelar di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026.
Dukungan ini menjadi suntikan semangat bagi ratusan jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua yang akan terlibat dalam agenda konsolidasi insan pers tersebut.
baca juga: H-1 Festival Media Perdana AWP Digelar, Nabire Catat Sejarah Konsolidasi Insan Pers Tanah Papua
Kesiapan pelaksanaan festival disampaikan Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua, Abeth Abraham You, saat menggelar jumpa pers di Sekretariat Panitia Fesmed, Nabire, Senin (12/1/2026) malam.
Abeth menegaskan, Festival Media ini merupakan kegiatan pertama berskala Tanah Papua yang diselenggarakan di Provinsi Papua Tengah dan menjadi momentum bersejarah bagi dunia pers Papua.
“Festival Media ini bukan sekadar ajang temu wartawan, tetapi ruang berbagi pengalaman lintas generasi untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan solidaritas pers Papua,” ujar Abeth.
Menurutnya, ratusan peserta yang akan hadir berasal dari enam provinsi di Tanah Papua, terdiri atas jurnalis Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP. Seluruh peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari diskusi jurnalistik, penguatan kapasitas, hingga refleksi peran media dalam pembangunan dan demokrasi di Papua.
Abeth menjelaskan bahwa kehadiran wartawan senior menjadi wujud kepedulian nyata terhadap masa depan jurnalisme Papua. Salah satu tokoh yang telah hadir di Nabire adalah Woles Krenak, jurnalis Orang Asli Papua yang pernah menjalankan tugas jurnalistik di Istana Negara Jakarta pada era 1980-an.
“Pada masa itu, sangat sedikit orang Papua yang memperoleh kesempatan bekerja sebagai jurnalis di tingkat nasional. Kehadiran Pak Woles Krenak menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi jurnalis Papua hari ini,” katanya.
Selain itu, turut hadir Dominggus Mampioper, wartawan senior yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 1980-an dan hingga kini masih aktif menulis isu-isu strategis Papua seperti lingkungan, pendidikan, dan kesehatan melalui media cetak maupun media daring Jubi.
Abeth juga menyebut kehadiran Victor Mambor dan sejumlah tokoh pers lainnya menunjukkan bahwa Festival Media ini mendapat dukungan luas dari insan pers lintas generasi di Tanah Papua.
“Ini membuktikan bahwa dukungan, kepedulian, dan partisipasi wartawan senior terhadap Festival Media ini sangat nyata. Mereka hadir memberi spirit agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberi dampak positif bagi dunia pers Papua,” ujarnya.
Abeth Abraham You berharap Festival Media perdana se-Tanah Papua Raya ini menjadi tonggak lahirnya semangat baru bagi jurnalisme Papua yang profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik, sekaligus memperkuat regenerasi dan kebersamaan insan pers di Tanah Papua. [*].









