SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) melalui Badan Pengurus Pusat (BPP) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Temu Natal ke-XII kepada Ikatan Mahasiswa Papua Sumatera Utara (IMP SUMUT) periode 2026/2027 di Kota Medan, Sabtu (14/2/2026).
Penyerahan mandat tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KOMPASS, Anderian Kamo, kepada Panitia Pelaksana IMP SUMUT sebagai bentuk legitimasi struktural sekaligus penguatan tanggung jawab kelembagaan dalam menyukseskan agenda nasional organisasi.
Dalam sambutannya, Anderian Kamo menegaskan bahwa SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen mandat strategis yang memuat kepercayaan penuh kepada IMP SUMUT untuk mengawal forum tertinggi pengambilan keputusan KOMPASS.
“Penyerahan SK ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Mubes dan Temu Natal bukan agenda seremonial, tetapi ruang konsolidasi, evaluasi kepengurusan, serta penegasan arah gerakan mahasiswa Papua di Sumatera,” tegas Anderian Kamo.
Anderian Kamo menambahkan bahwa forum tersebut harus melahirkan keputusan substansial dan terukur, yang berpihak pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi, serta mempertegas arah perjuangan kolektif mahasiswa.
“Mubes harus mampu merumuskan kebijakan organisasi yang progresif, memperkuat sistem kaderisasi, serta memastikan tata kelola organisasi berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Panitia Pelaksana bersama jajaran pengurus IMP SUMUT menerima SK tersebut dengan komitmen kesiapan penuh. Pengurus IMP SUMUT menyatakan kesiapan menjalankan amanah organisasi secara profesional, terstruktur, dan bertanggung jawab sesuai prinsip kolektivitas.
Perwakilan IMP SUMUT menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan Mubes dan Temu Natal akan mengedepankan partisipasi aktif cabang-cabang serta menjunjung tinggi demokrasi internal.
“Panitia akan memastikan forum berjalan terbuka, akuntabel, dan menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi penguatan kapasitas intelektual mahasiswa Papua di tanah rantau,” tegas pengurus IMP SUMUT.
Musyawarah Besar dan Temu Natal ke-XII diproyeksikan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi, mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, serta menyusun program kerja yang adaptif terhadap dinamika mahasiswa Papua di berbagai wilayah Sumatera.
Momentum penyerahan mandat ini sekaligus mempertegas sinergi struktural antara BPP-KOMPASS dan IMP SUMUT, serta memperkuat posisi mahasiswa Papua di Sumatera sebagai kekuatan intelektual, organisatoris, dan kultural dalam ruang akademik dan sosial kemasyarakatan. [*].









