RD Pasang Badan! Mutiara Hitam Terpeleset di Maguwoharjo, Takhta Direbut Elang Jawa

oleh -1017 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura harus menelan pil pahit dalam lawatannya ke markas PSS Sleman. Bertajuk duel big match pekan ke-20 Pegadaian Championship 2025/2026, armada Mutiara Hitam dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2/2026) malam.

Kekalahan ini membuat posisi puncak klasemen Grup B resmi berpindah tangan ke pihak lawan. PSS Sleman kini memimpin dengan 43 poin, menggeser Persipura ke posisi runner-up dengan selisih tiga angka.

banner 728x90

Pertandingan sejatinya berjalan dengan intensitas tinggi. Coach Rahmad Darmawan (RD) mencoba bermain terbuka dengan garis pertahanan tinggi. Namun, petaka muncul dari ketidakmampuan lini tengah mengantisipasi second ball dan bola mati (set piece).

“Kita kalah jumlah pemain di lini tengah, itu yang membuat permainan tidak berkembang. Beberapa kali second ball mereka lebih dominan,” ungkap Coach RD dengan nada mengevaluasi.

Pelatih kawakan tersebut mengakui bahwa dua gol tuan rumah lahir dari situasi bola muntah hasil sepak pojok yang gagal disapu bersih. Sebuah kelengahan kecil yang harus dibayar mahal oleh tim kebanggaan masyarakat Papua.

Gentleman! RD Ambil Tanggung Jawab Penuh
Meski hasil di lapangan mengecewakan, Coach RD menunjukkan kelasnya sebagai pelatih bermental juara. Ia menolak menyalahkan pemain atas hasil minor tersebut.

“Kekalahan ini tanggung jawab saya sebagai pelatih, bukan siapa-siapa. Kita tidak akan putus asa. Kita akan jadikan ini motivasi untuk tampil lebih baik lagi,” tegas RD dalam sesi konferensi pers.

Senada dengan sang pelatih, pemain muda Reno Salampessy menyebut hasil ini sebagai wake-up call bagi seluruh tim, darah muda Papua siap meledak di lapangan.

“Ini jadi tolok ukur supaya kita jangan santai. Semua tim siap memperebutkan tiket Liga 1, kita harus lebih siap! Harga diri Mutiara Hitam adalah taruhan utama!” cetusnya.

Bagi pendukung Persipura, jangan dulu lempar handuk. Kompetisi masih menyisakan tujuh laga krusial. Jarak tiga poin dari PSS Sleman bukanlah misi mustahil untuk dipangkas, mengingat Mutiara Hitam masih punya nafas panjang untuk melakukan kudeta balik di puncak klasemen.

“Persipura belum habis. Perjalanan masih panjang, dan karakter petarung Mutiara Hitam akan diuji hingga peluit akhir musim dibunyikan. Pantang pulang sebelum menang, Papua tetap membara,” tutupnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.