MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Pengurus Koordinator Wilayah (Korwil) Mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya atas pembangunan dan peresmian Asrama Mahasiswa Puncak Jaya di Kota Studi Manokwari, Papua Barat.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Korwil Mahasiswa Puncak Jaya, Lenus Kullua, usai peresmian asrama mahasiswa yang dilakukan Bupati Puncak Jaya di Manokwari, Rabu (20/5/2026).
Menurut Lenus Kullua, keberadaan asrama mahasiswa menjadi jawaban atas kebutuhan dasar mahasiswa asal Puncak Jaya yang selama ini berjuang menempuh pendidikan di luar daerah dengan berbagai keterbatasan.
“Hari ini kami mengucap syukur kepada Tuhan karena atas kasih dan penyertaan-Nya kegiatan peresmian Asrama Mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya di Manokwari dapat terlaksana dengan baik,” ujar Lenus Kullua di hadapan mahasiswa dan tamu undangan.
Mahasiswa menilai langkah Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya membangun asrama merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap masa depan generasi muda Papua Pegunungan melalui sektor pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak bupati, ibu sekda, ketua DPRK, dan seluruh OPD yang telah membantu sejak awal pembangunan sampai peresmian asrama ini. Prosesnya panjang, tetapi hari ini mahasiswa akhirnya bisa menikmati fasilitas ini,” katanya.
Peresmian asrama tersebut dinilai bukan sekadar simbol pembangunan fisik, melainkan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia Puncak Jaya yang terdidik, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan.
Mahasiswa menyebut keberadaan asrama sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa dibebani persoalan tempat tinggal.
Namun di tengah apresiasi tersebut, Korwil Mahasiswa Puncak Jaya juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak berhenti hanya pada pembangunan gedung, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar mahasiswa yang masih menjadi persoalan serius.
Salah satu persoalan utama yang disoroti mahasiswa adalah keterbatasan akses air bersih di lingkungan asrama yang dinilai sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari mahasiswa.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu pengadaan air bersih untuk kebutuhan mahasiswa di asrama,” tegas Lenus Kullua.
Selain itu, mahasiswa juga meminta dukungan fasilitas pendidikan berupa perangkat elektronik dan komputer guna menunjang aktivitas akademik di tengah perkembangan teknologi pendidikan yang semakin maju.
“Kami tidak ingin mahasiswa Puncak Jaya tertinggal dalam perkembangan pendidikan dan teknologi. Karena itu fasilitas komputer dan alat elektronik sangat dibutuhkan mahasiswa,” ujarnya.
Korwil Mahasiswa Puncak Jaya juga mengusulkan bantuan pembangunan gereja yang selama ini digunakan mahasiswa bersama masyarakat sekitar sebagai pusat pembinaan rohani dan kebersamaan di Kota Studi Manokwari.
Dalam keterangannya, mahasiswa turut menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya terus konsisten memberi perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami berharap bapak bupati terus diberi kekuatan untuk membangun generasi muda Papua, khususnya mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya,” ungkapnya.
Mahasiswa juga mengaku bangga karena pemerintah daerah memberikan kepercayaan penuh kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan kegiatan peresmian asrama.
Kepercayaan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah dan masa depan Puncak Jaya. [*].











