Pelajar dan Mahasiswa Desak Pemprov Papua Tengah Bangun Perpustakaan Umum dan Asrama

oleh -1173 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nabire mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah segera membangun perpustakaan umum, menyediakan fasilitas perpustakaan di setiap kampus dan sekolah, serta membangun asrama mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.

Desakan tersebut disampaikan melalui aksi demonstrasi damai yang berlangsung di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Selasa (3/11/2026).

banner 728x90

Dalam aksi itu, massa menyuarakan kebutuhan fasilitas literasi dan tempat tinggal yang dinilai penting untuk menunjang keberlangsungan pendidikan generasi muda di Papua Tengah.

Dalam aksinya, massa mengusung tema “Pemerintah PPT Segera Hadirkan Perpustakaan dan Pengadaan Buku di Setiap Gerakan Literasi”.

Para demonstran menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan dan program pemerintah. Menurut mereka, dukungan nyata harus diwujudkan melalui penyediaan buku bacaan, ruang belajar, serta perpustakaan yang mudah diakses oleh pelajar dan mahasiswa.

“Kami tidak membutuhkan janji, tetapi kami butuh buku. Kami minta pemerintah bangun perpustakaan khusus untuk Papua Tengah dan bangun perpustakaan di setiap kampus dan sekolah,” ujar salah satu orator aksi.

Massa menilai perpustakaan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana penting untuk memperluas akses pengetahuan, membangun budaya membaca, serta meningkatkan kemampuan akademik generasi muda.

Selain fasilitas literasi, pembangunan asrama mahasiswa turut menjadi tuntutan yang disuarakan dalam demonstrasi tersebut. Kebutuhan ini terutama berkaitan dengan mahasiswa dari berbagai kabupaten di Papua Tengah yang harus tinggal di Nabire untuk melanjutkan pendidikan.

Menurut massa aksi, keterbatasan tempat tinggal yang layak dapat menambah beban mahasiswa selama menempuh pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah diminta memberikan perhatian terhadap penyediaan asrama sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

“Kami minta pemerintah membangun perpustakaan di setiap kampus di Papua Tengah,” pinta salah satu perwakilan mahasiswa.

Massa aksi menegaskan, tuntutan tersebut bukan semata-mata permintaan pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendasar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih memadai dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.

Mereka juga meminta Gubernur Papua Tengah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi menindaklanjutinya melalui kebijakan dan program yang terukur.

Menurut para demonstran, pemerintah perlu menyiapkan perencanaan yang jelas, termasuk pemetaan kebutuhan fasilitas, pengalokasian anggaran, serta target waktu pelaksanaan pembangunan perpustakaan dan asrama mahasiswa.

Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi catatan pemerintah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam kebijakan pembangunan sektor pendidikan.

Bagi pelajar dan mahasiswa, keberadaan perpustakaan, ketersediaan buku, dan asrama yang layak merupakan bagian penting dalam menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian serius agar pembangunan pendidikan di Papua Tengah juga menyentuh kebutuhan langsung peserta didik.

Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih berada di Kantor DPR Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi mereka. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.