Obet Magai Tekankan Perpustakaan Sekolah Harus Aktif Usai Salurkan Buku ke Lima Sekolah di Mapia

oleh -1193 Dilihat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menegaskan bahwa perpustakaan sekolah harus dikelola secara aktif dan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan membaca serta belajar bagi peserta didik.

Penegasan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan buku bacaan dan buku pelajaran kepada lima sekolah di wilayah Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (4/11/2026).

banner 728x90

Obet mengatakan, bantuan buku tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pengetahuan sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Pada kegiatan tersebut, lima sekolah menerima bantuan buku, yakni SD Negeri Inpres Bomomani, SD YPPK St. Stefanus Bomomani, SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia Diyoudimi, SMP Negeri 1 Mapia, dan SMA Negeri 1 Mapia.

“Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih kepada dua kepala bidang, staf, dan para guru. Kami ingin memberikan buku ini untuk memperkaya ilmu pengetahuan di SD, SMP, dan SMA,” ujar Obet Magai.

Ia menjelaskan, sebelum penyaluran di lima sekolah wilayah Mapia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai juga telah menyerahkan bantuan buku kepada sejumlah perpustakaan kampung di wilayah Kamuu dan Mapia.

Menurut Obet, penyediaan buku harus diikuti dengan pengelolaan perpustakaan yang baik agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik. Karena itu, ia meminta setiap sekolah penerima menempatkan buku bantuan di perpustakaan dan memastikan fasilitas tersebut digunakan secara berkelanjutan.

“Buku-buku yang kami serahkan ini harus disimpan di perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah harus aktif dan bisa bermanfaat bagi generasi yang akan datang, bukan hanya peserta didik yang ada sekarang,” tegasnya.

Perpustakaan Bukan Sekadar Tempat Penyimpanan Buku

Obet menekankan, perpustakaan sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku tanpa aktivitas membaca. Sebaliknya, perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang hidup, sehingga peserta didik memiliki kesempatan memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan melalui kebiasaan membaca.

Ia berharap, buku bacaan maupun buku pelajaran yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang proses pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan generasi muda di Kabupaten Dogiyai.

“Harapan kami, perpustakaan sekolah ini harus berfungsi dan aktif. Anak-anak harus membaca di sini. Jangan sampai perpustakaan sekolah sepi, karena buku itu adalah jendela dunia,” ujarnya.

Ia mengibaratkan buku sebagai jendela dunia karena melalui kegiatan membaca, peserta didik dapat mengenal berbagai pengetahuan, memperoleh wawasan baru, dan memahami kehidupan yang lebih luas di luar lingkungan tempat tinggal mereka.

Obet juga menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut menjadi bekal bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik dan kelak mampu mengambil peran dalam pembangunan masyarakat.

“Dari tempat ini, kami percaya bahwa peserta didik akan mendapatkan ilmu, menjadi pintar, dan suatu hari nanti menjadi orang besar atau pemimpin besar,” katanya.

Bantuan Bersumber dari Dana Otsus 2025

Dalam penjelasannya, Obet mengungkapkan bahwa pengadaan bantuan buku yang disalurkan kepada sekolah-sekolah tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025.

Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah karena bantuan yang bersumber dari anggaran 2025 tersebut baru dapat disalurkan pada November 2026. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan mengalami sejumlah kendala dan persoalan lain dalam prosesnya.

“Bantuan buku-buku ini bersumber dari Dana Otsus Tahun 2025. Kenapa baru kami memberikan bantuan buku ini? Karena ada banyak kendala dan hal lain. Jadi, kami mohon maaf,” jelas Magai.

Ia menambahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai hadir sebagai mitra perpustakaan sekolah untuk mendukung pengembangan literasi dan peningkatan pengetahuan peserta didik.

Terkait pihak sekolah yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai bantuan buku tersebut, Obet meminta agar melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan.

“Kami datang ini sebagai mitra perpustakaan sekolah. Pihak sekolah yang mempertanyakan terkait buku-buku itu bisa langsung ke Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Obet berharap, penyaluran buku tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diikuti dengan pemanfaatan nyata oleh pihak sekolah. Ia juga menyampaikan rencana untuk kembali mengunjungi sekolah-sekolah penerima pada tahun mendatang guna melihat perkembangan pemanfaatan buku dan aktivitas perpustakaan.

“Mudah-mudahan tahun depan kami akan kembali berkunjung. Buku-buku ini ada buku bacaan dan ada juga buku pelajaran. Perpustakaan sekolah harus berfungsi,” ungkapnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa keberadaan perpustakaan yang aktif merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca dan menyiapkan generasi Dogiyai yang berpengetahuan.

“Semoga tahun depan kami bisa kembali bertemu di sini. Terima kasih. Tuhan memberkati,” tutup Obet Magai. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.