Berita

Aksi FRB Nyaris Ricuh, Polisi Hadang Massa di Wonorejo

NABIRE, TOMEI.ID | Aksi massa Front Rakyat Bergerak di Nabire nyaris berujung ricuh setelah dihadang aparat kepolisian di lampu merah Wonorejo, Jalan Mandala, Selasa (7/4/2026), memicu ketegangan terbuka di lapangan.

Massa yang bergerak dari titik kumpul Hotel Adamant awalnya berencana menuju Pasar Karang Tumaritis sebagai lokasi konsolidasi sebelum melanjutkan aksi ke Kantor DPR Provinsi Papua Tengah.

Namun di tengah perjalanan, aparat kepolisian justru mengarahkan massa ke Kantor DPRK Nabire, keputusan yang langsung memicu protes karena dinilai menyimpang dari kesepakatan awal.

“Sesuai kesepakatan kolektif, kami minta diantarkan ke titik kumpul Karang Tumaritis,” tegas salah satu orator di hadapan aparat.

Ketegangan semakin meningkat ketika akses menuju Pasar Karang Tumaritis ditutup menggunakan truk kepolisian, memaksa massa berhenti dan turun di sekitar pertigaan lampu merah Wonorejo.

“Kami kecewa, ini bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan,” ujar perwakilan massa dengan nada tegas.

Massa menilai langkah aparat berpotensi memicu situasi tidak kondusif, terutama di kawasan pertokoan dan kios warga di sepanjang Jalan Mandala, wilayah Bumi Wonorejo.

Situasi yang sempat memanas kemudian direspons dengan upaya negosiasi antara koordinator lapangan dan pihak kepolisian, guna membuka akses agar massa dapat melanjutkan perjalanan ke titik konsolidasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses negosiasi masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan di lokasi.

Insiden ini menambah dinamika dalam rangkaian aksi Front Rakyat Bergerak di Nabire, sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi komunikasi antara aparat dan massa aksi. Tanpa koordinasi yang jelas, potensi gesekan di lapangan dapat dengan mudah meningkat menjadi konflik terbuka. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

40 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop ILP, Pelayanan Kesehatan Papua Tengah Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar…

2 jam ago

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

7 jam ago

Meki Nawipa: ASN Bukan Hanya Terima Gaji, tetapi Harus Mengabdi kepada Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa…

7 jam ago

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

2 hari ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

2 hari ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

2 hari ago