Berita

Aksi Mahasiswa di Uncen Ricuh, Empat Orang Diamankan Polisi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aksi solidaritas mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) bertajuk “Tinjau Kembali Roma Agreement” berakhir ricuh di depan Gapura Uncen Atas, Kota Jayapura, Selasa (30/9/2025).

Empat mahasiswa dilaporkan diamankan aparat kepolisian setelah negosiasi antara massa aksi dan aparat tidak menemukan titik temu.

Sejak pukul 08.30 WIT, ratusan mahasiswa telah berkumpul di dua titik konsentrasi, yakni Gapura Uncen Atas dan Uncen Bawah. Mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah meninjau kembali Roma Agreement yang dianggap bermasalah dalam sejarah politik Papua.

Situasi awalnya berlangsung tertib. Namun, ketegangan meningkat ketika negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan aparat kepolisian tidak menemukan titik temu. Polisi hanya mengizinkan aksi hingga pukul 10.00 WIT, sementara massa aksi memilih tetap bertahan. Bentrokan pun pecah. Mahasiswa melempar batu, sedangkan aparat kepolisian membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kapolresta Jayapura, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, membenarkan bahwa pihaknya mengamankan empat orang mahasiswa dalam kericuhan tersebut.

“Tidak ada izin. Belum sesuai ketentuan. Setiap orang punya hak menyampaikan pendapat, tetapi harus sesuai aturan. Hari ini kami amankan empat orang ke kantor,” jelas Kapolresta.

Seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa rekan mereka yang ditahan akan mendapat pendampingan hukum. “Ada tim LBH yang sudah turun. Sebagian masih cek kondisi di Polresta Jayapura,” ujarnya.

Kapolresta menambahkan bahwa pihaknya tidak menutup ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum harus tetap dilakukan secara tertib.

“Ruang demokrasi itu ada, tetapi jangan sampai mengganggu kepentingan publik. Kami sudah memberikan ruang, namun jangan memaksa hingga menimbulkan keributan. Bahkan tadi kami dengar dari pihak akademik, massa aksi sempat memaksa mahasiswa yang sedang kuliah untuk ikut keluar,” katanya.

Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah massa aksi diperkirakan lebih dari 600 orang yang tersebar di beberapa titik konsentrasi. Peristiwa ini menegaskan kembali problem klasik di Papua: terbatasnya ruang aman bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi politik, di tengah tarik menarik antara kebebasan berekspresi dan penegakan aturan formal negara. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mahasiswa Yahukimo Kritik Dukungan Ketua DPRD terhadap Pembangunan Pos Militer

DEKAI, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo menyampaikan penolakan terhadap dukungan Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo, Son Pahabol,…

11 menit ago

Temu Akbar Mahasiswa dan Korban PSN di Papua, Desak Perlindungan Hak Masyarakat Adat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) menggelar seminar bertajuk “Konsolidasi dan Temu Akbar Bersama Korban…

19 menit ago

Berkat Dukungan FI, 40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Olahan Pangan Lokal Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika, Papua…

46 menit ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Dugaan Korban Sipil di Agisiga, Intan Jaya

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) mendesak pemerintah dan lembaga terkait untuk segera…

55 menit ago

Di Bawah Langit Mansinam, Pesparawi Nasional XIV Meneguhkan Semangat Pelayanan dan Persaudaraan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Senja perlahan turun di pesisir Manokwari ketika para tamu mulai berdatangan ke…

1 jam ago

38 Kontingen Provinsi Meriahkan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sebanyak 38 kontingen provinsi peserta Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 memeriahkan Karnaval…

1 jam ago