Berita

BAN-PT Turun ke UNIPA, Magister Kehutanan Papua Dibidik Raih Akreditasi Unggul

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua menjalani asesmen lapangan dari BAN-PT untuk Program Studi Magister (S2) Kehutanan pada 7–9 Mei 2026.

Asesmen tersebut menjadi momentum penting bagi UNIPA dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus membidik predikat akreditasi unggul untuk Program Studi Magister Kehutanan di Tanah Papua.

Proses penilaian berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, dengan menghadirkan Tim Asesor BAN-PT, yakni Supratman dan Ananto Triyogo.

Sejak pagi hingga malam hari, tim asesor melakukan verifikasi dokumen akademik, evaluasi tata kelola program studi, audit mutu internal, hingga peninjauan langsung fasilitas pembelajaran dan sarana pendukung akademik di lingkungan Fakultas Kehutanan UNIPA.

Kegiatan asesmen dibuka secara resmi oleh Rektor UNIPA, Hugo Warami, yang menegaskan komitmen universitas dalam memperkuat budaya mutu pendidikan tinggi melalui pengembangan akademik yang berkelanjutan.

“Peningkatan mutu akademik menjadi komitmen Universitas Papua dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Tanah Papua,” ujarnya.

Menurut Hugo Warami, Fakultas Kehutanan merupakan salah satu fakultas strategis di UNIPA yang memiliki pengalaman akademik panjang, sumber daya manusia yang kuat, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu kehutanan dan sumber daya alam Papua.

Ia menilai Program Studi Magister Kehutanan memiliki kesiapan untuk bersaing menuju predikat akreditasi unggul.

Dekan Fakultas Kehutanan UNIPA, Elieser Y.I.V. Sirami, mengatakan Fakultas Kehutanan menjadi salah satu fakultas tertua di Papua yang telah melahirkan banyak lulusan dan berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.

Menurutnya, asesmen lapangan menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kualitas akademik, tata kelola, serta capaian pembelajaran yang selama ini dibangun di lingkungan fakultas.

Ia berharap seluruh potensi dan kekuatan Program Studi Magister Kehutanan dapat terlihat secara objektif oleh tim asesor sehingga mampu memperoleh hasil akreditasi terbaik.

Koordinator Program Studi Magister Kehutanan, Soetjipto Moeljono, menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program studi wajib memiliki sistem akademik yang terintegrasi mulai dari visi universitas, visi fakultas, hingga capaian pembelajaran lulusan dan mata kuliah.

“Setiap program studi harus memiliki tujuan, sasaran, capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) yang dituangkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS),” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh dosen memiliki tanggung jawab menyusun RPS yang memuat visi, misi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta proses pembelajaran yang berkualitas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurut Soetjipto, salah satu keunggulan Program Studi Magister Kehutanan UNIPA terletak pada pengembangan riset berbasis potensi sumber daya alam lokal Papua.

“Keunggulan kami terletak pada penelitian tentang potensi sumber daya alam Papua yang diangkat sebagai topik kajian akademik sehingga dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan Program Studi Magister Kehutanan telah berdiri mandiri sejak 2017 dan kini telah melahirkan puluhan alumni yang bekerja di berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga sektor pengelolaan sumber daya alam di seluruh Tanah Papua.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNIPA, Dedi Inan, menjelaskan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memotret budaya mutu yang diterapkan di lingkungan program studi.

Menurutnya, tim asesor melakukan klarifikasi terhadap berbagai aspek penting, mulai dari proses pembelajaran, audit mutu internal, survei kepuasan mahasiswa, hingga tracer study alumni.

“Tim asesor melihat bagaimana proses pembelajaran berjalan, bagaimana audit mutu internal dilakukan, termasuk bagaimana universitas memantau lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan seluruh proses penilaian dilakukan melalui siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan, sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

“Tahun ini Rektor UNIPA telah mencanangkan sebagai tahun akreditasi. Karena itu kami berharap program-program studi yang menjalani akreditasi dapat meraih predikat unggul sehingga Universitas Papua juga menjadi universitas unggul,” tambahnya.

Di sisi lain, tim asesor BAN-PT menegaskan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi dengan implementasi nyata di lapangan, baik dalam aspek akademik, tata kelola, sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun pengembangan mutu program studi.

“Kami hadir untuk membantu program studi melihat dan mengidentifikasi potensi serta keunggulan yang dimiliki. Jadi bukan untuk menghakimi, tetapi membantu agar program studi dapat berkembang lebih baik,” ujar salah satu asesor.

Selain pemeriksaan dokumen administrasi, tim asesor juga melakukan verifikasi langsung terhadap fasilitas pembelajaran, sarana penunjang, laboratorium, serta kondisi akademik di lingkungan Fakultas Kehutanan UNIPA.

Asesmen lapangan tersebut turut melibatkan dosen, mahasiswa, alumni Program Studi Magister Kehutanan, hingga tenaga kependidikan dalam proses evaluasi dan klarifikasi bersama tim asesor.

Melalui asesmen ini, Fakultas Kehutanan UNIPA berharap Program Studi Magister Kehutanan mampu meraih hasil akreditasi terbaik sekaligus memperkuat posisi Universitas Papua sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi, riset kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Korneles Kotouki Serukan Stop Bakar Hutan di Dogiyai: Jaga Alam, Selamatkan Masa Depan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Dogiyai sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan…

30 menit ago

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

1 hari ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

2 hari ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

2 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

2 hari ago

Delapan Tahun Deklarasi Manokwari, Karhutla Mengancam Papua: YLBHI Desak Darurat Bencana dan Penghentian PSN Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…

2 hari ago