Berita

BEM Uncen Gelar Seminar Nasional: Soroti Kesenjangan Pembangunan dan Tantangan Serius di Enam Provinsi DOB Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Optimalisasi Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan di Enam Provinsi DOB di Papua”.

Acara yang berlangsung di Auditorium Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (11/12/2025), ini menjadi forum akademik untuk mendiskusikan tantangan pembangunan dan merumuskan solusi strategis.

Seminar ini menghadirkan tokoh dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, dan lembaga negara. Meskipun beberapa tokoh pusat berhalangan hadir, acara tetap berjalan dengan kehadiran narasumber lain seperti Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas, Komnas HAM Papua Frits Ramandey, serta Gubernur Papua Komjen Pol (Purn.) Mathius Fakhiri.

Rektor Uncen, Dr. Oscar O.O. Wambrauw, dalam sambutan yang dibacakan oleh Pembantu Rektor III Dr. Septinus Saa, menegaskan pentingnya seminar ini sebagai ruang akademik.

“Seminar ini bukan seremoni, tetapi ruang penting untuk melahirkan pemikiran Papua yang lebih adil dan berkelanjutan,” ujar Dr. Septinus Saa mewakili Rektor.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah DOB membutuhkan perencanaan matang, kebijakan berbasis data, serta sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

“Papua memiliki sumber daya besar, tetapi masih menghadapi kesenjangan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Pembangunan tidak boleh berjalan sektoral, harus terintegrasi,” tambahnya.

Rektor juga menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai pengontrol sosial dan produsen gagasan kritis yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua. Pihak universitas berkomitmen melahirkan generasi cerdas, beretika, dan berdampak bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua BEM Uncen Yanes Hisage menjelaskan bahwa seminar ini merupakan program kerja terakhir kepengurusannya. Yanes menyoroti kesenjangan pembangunan yang masih signifikan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia.

“Papua merupakan kawasan strategis, namun masih menghadapi persoalan serius dalam pembangunan manusia dan kesejahteraan,” kata Yanes.

Dalam paparannya, Yanes Hisage memaparkan bahwa Angka Partisipasi Murni (APM) Papua pada tahun 2023 berada di angka 63,10%, menjadikannya yang terendah secara nasional. Selain itu, tingkat kemiskinan di wilayah tersebut mencapai 26,03%, jauh melampaui rata-rata nasional.

Persoalan kesehatan juga menjadi perhatian, dengan tingkat stunting yang masih berada di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yanes juga menekankan minimnya akses dasar di banyak wilayah Papua, seperti ketiadaan jalan, listrik, air bersih, dan sanitasi yang memadai.

“Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan struktural yang harus dijawab dengan langkah strategis dan terintegrasi,” tegasnya.

Yanes juga menyinggung isu pembangunan kemanusiaan, konflik di beberapa wilayah DOB, serta lemahnya upaya dialog. Dirinya menekankan bahwa DOB harus menjadi instrumen untuk memperkuat sinergi antar-sektor.

Di lokasi yang sama, Ketua Panitia Vekinus Pawika menjelaskan bahwa kegiatan ini sempat tertunda untuk menunggu kehadiran narasumber pusat. Pihaknya berharap seminar ini menghasilkan rekomendasi nyata yang tidak berhenti pada seremonial belaka.

“Kami ingin seminar ini menghasilkan konsep konkret. Setelah ini, kami akan menyusun kajian dan menyampaikannya ke pemerintah pusat dan daerah,” ujar Vekinus.

Yanes Hisage menambahkan permintaan kepada pemerintah untuk meningkatkan dukungan pendidikan tinggi di Papua, termasuk penambahan gedung dan fasilitas di Uncen sebagai investasi SDM jangka panjang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SMTK Habakuk Woge Dogiyai Lepas 10 Lulusan, Gereja Papua Didorong Siapkan Pelayan Berpendidikan Tinggi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Habakuk Woge Dogiyai kembali menegaskan komitmennya mencetak…

2 jam ago

Kepala Suku Auye Ancam Tutup Jalan Trans Nabire–Ilaga, Pelaku Tabrak Lari Diminta Segera Menyerahkan Diri

NABIRE, TOMEI.ID | Kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi di Jalan Trans Nabire–Ilaga,…

2 jam ago

Kerusuhan Stadion Lukas Enembe: 14 Orang Ditangkap, Puluhan Kendaraan Terbakar, Polisi Lanjutkan Penyelidikan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kerusuhan besar pecah usai laga play-off promosi Liga 1 antara Persipura Jayapura…

2 jam ago

Selpius Bobii Desak Komnas HAM RI Turun ke Dogiyai, Dugaan Intimidasi Saksi RSUD Picu Alarm HAM

DEIYAI, TOMEI.ID | Aktivis hak asasi manusia Papua sekaligus eks tahanan politik, Selpius Bobii, mendesak…

8 jam ago

Brimob Datangi RSUD Dogiyai, Dugaan Intimidasi Saksi Kematian Juventus Edowai Picu Sorotan Publik

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi di RSUD Pratama Dogiyai, Papua Tengah, dilaporkan memanas setelah sejumlah personel…

8 jam ago

BAN-PT Turun ke UNIPA, Magister Kehutanan Papua Dibidik Raih Akreditasi Unggul

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua menjalani asesmen lapangan dari BAN-PT untuk Program Studi…

8 jam ago