Berita

BEM USTJ Desak Polisi Bertindak Cepat, Kasus Penyerangan Esau Kamuyen Dinilai Uji Kredibilitas Penegakan Hukum di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM PT USTJ) mendesak aparat kepolisian segera bertindak cepat dan transparan dalam mengusut dugaan penyerangan terhadap Esau Kamuyen, warga Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Kasus ini dinilai menjadi ujian serius terhadap kredibilitas penegakan hukum di Papua dalam menjamin keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat sipil.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jayapura, Kamis (26/3/2026), BEM PT USTJ menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat ditoleransi dan harus diproses secara hukum secara tegas dan berkeadilan.

“Kasus ini bukan hanya menyangkut individu, tetapi menyentuh rasa keadilan publik. Ketika penanganan berjalan lambat, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum ikut tergerus,” tegas BEM PT USTJ.

Peristiwa dugaan penyerangan dan teror terhadap Esau Kamuyen dilaporkan terjadi pada 23 hingga 24 Januari 2026 di Kampung Nakias. Insiden tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat sipil, khususnya di wilayah pedalaman Papua.

BEM PT USTJ menilai lambannya respons aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini berpotensi mencederai prinsip supremasi hukum serta membuka ruang ketidakpastian hukum di tengah masyarakat.

“Penanganan yang tidak cepat dan transparan dinilai berisiko memperburuk situasi sosial serta memicu menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” tegasnya.

Karena itu, BEM PT USTJ mendesak aparat kepolisian, khususnya Polda Papua, untuk segera mengambil langkah konkret melalui penyelidikan yang transparan, profesional, dan berkeadilan.

“Penuntasan kasus ini dinilai penting tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga untuk mencegah potensi eskalasi konflik sosial di wilayah tersebut,” minta USTJ kepada pihaknya.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya jaminan perlindungan bagi korban dan pihak-pihak terdampak, mengingat dugaan teror yang terjadi berpotensi menimbulkan trauma serta rasa takut berkepanjangan di tengah masyarakat.

Tidak hanya kepada aparat penegak hukum, BEM PT USTJ juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih proaktif dalam mencegah konflik serupa melalui pendekatan dialogis serta perlindungan terhadap masyarakat adat dan wilayah kelola mereka.

Dalam penutup pernyataannya, BEM PT USTJ menegaskan komitmen mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial yang terus mengawal isu-isu kemanusiaan, keadilan, dan keamanan di Tanah Papua, sekaligus menyerukan agar negara hadir memberikan perlindungan nyata bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Bicara APBD, Dua Anggota DPR Papua Tengah Malah Live TikTok dan Main Judol

NABIRE, TOMEI.ID | Pemandangan berbeda terlihat dalam Rapat Paripurna Tahap I DPR Papua Tengah, Kamis…

5 jam ago

Gedung Belum Diperbarui, SD Inpres Balingga Desak Pemkab Lanny Jaya Buka Akses Jalan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan infrastruktur pendidikan yang masih membelenggu, SD Inpres Balingga…

10 jam ago

Dinkop UKM Dogiyai Perkuat Ekonomi Kampung, Minimarket dan Bantuan Kios OAP Digenjot

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah…

10 jam ago

Besok, Meki Nawipa akan Kunjungi Puncak Bawa Misi Pembangunan

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda…

21 jam ago

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

1 hari ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

1 hari ago