Berita

Biak Numfor Bakal Jadi Tuan Rumah Pesparani Papua Ke-2

BIAK, TOMEI. ID | Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar rapat terbatas bersama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Provinsi Papua bahas rencana pelaksanaan Pesparani umat khatolik ke – 2 pada oktober mendatang.

Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra menyampaikan terima kasih kepada LP3K Provinsi Papua yang menunjuk Kabupaten Biak Numfor sebagai tuan rumah pelaksanaan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) umat Katolik se- Provinsi Papua.   

 “Pemerintah daerah siap menerima dan mensuport pelaksanaan pesta paduan suara gerejani, baik melalui dana maupun sarana prasarana termasuk soal keamanan, sehingga dapat terlaksana dengan baik, demi hormat dan kemuliaan bagi Tuhan,” ujar Bupati, Kamis, (10/4).

Markus berharap LP3K dan panitia pesparani tingkat Kabupaten Biak Numfor, dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, guna memantapkan persiapan menghadapi even pesta paduan suara gerejani tersebut.

“Kami siap menjadi tuan rumah pelaksanaan pesparani dan memberikan bantuan dana sebesar Rp.1.miliar bersumber dana otsus,” kata bupati.

Sementara itu, Ketua LP3K Provinsi Papua, Elpius Hugi, mengatakan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) umat Katolik se- Provinsi Papua ke-2 dijadwalkan akan berlangsung pada 26 Oktober mendatang di Kabupaten Biak Numfor.

 Adapun Lomba yang akan dipertandingkan antara lain, paduan suara anak, remaja, orang muda katolik atau OMK, paduan suara dewasa wanita, dewasa pria dan paduan suara dewasa campuran, dengan jumlah per kategori paduan suara 24 orang dengan 1 dirigen.

Selain itu, lomba mazmur anak, remaja, OMK dan mazmur dewasa, lomba bertutur kitab suci anak, cerdas cermat rohani tingkat anak dan remaja, paduan suara etnik OMK dan sejumlah lomba lainnya.

Ketua LP3K Papua menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungannya dan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparani pada bulan oktober mendatang.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kapolda Papua Tengah Klaim Situasi Dogiyai Aman

DOGIYAI, TOMEI.ID | Klaim aparat bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) di Kabupaten Dogiyai…

7 jam ago

Koteka Sebagai Simbol Identitas Budaya Melanesia di Papua Barat

Oleh: Marius Nokuwo Terkhusus di wilayah pegunungan Papua, identitas kultural terpetakan jelas dalam dua rumpun…

8 jam ago

Batik Air Bakal Masuk Nabire 23 April: Pemprov Papua Tengah Dorong Lompatan Konektivitas dan Ekonomi Wilayah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan rencana masuknya Batik Air ke Bandara…

9 jam ago

Konflik Dan Kekerasan Dogiyai Gugurnya Hak untuk Hidup, Duka yang Tak Memihak

Oleh: Frater Sebedeus Mote ​​Sepanjang sejarah dalam kehidupan manusia tidak ada yang lebih berharga pada…

9 jam ago

Anderian Kamo Tegas Soroti Tragedi Dogiyai: KOMPASS Desak Pengusutan Transparan dan Pendekatan Humanis Berbasis HAM

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, menyampaikan pernyataan sikap…

10 jam ago

Papua Tengah Dorong Dana Abadi Daerah: Instrumen Strategis Perkuat Ketahanan Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mulai mematangkan langkah pembentukan Dana Abadi Daerah…

12 jam ago