NABIRE, TOMEI.ID | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua Tengah merilis peringatan dini cuaca ekstrem pada Rabu (8/10/2025) pukul 12.50 WIT. Berdasarkan hasil pengamatan terkini, sejumlah wilayah di Provinsi Papua Tengah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Wilayah terdampak di Kabupaten Nabire meliputi Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Nabire Barat, dan Teluk Kimi. Sementara di Kabupaten Mimika, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Tembagapura, Kwamki Narama, Mimika Tengah, Mimika Timur Jauh, Wania, Kuala Kencana, Mimika Timur, Iwaka, Mimika Baru, dan sekitarnya.
Kondisi tersebut berpeluang meluas ke wilayah Makimi, Yaro, Uwapa, Menou, Moora, dan Yaur di Nabire, serta Mimika Barat, Hoya, dan Jita di Mimika. BMKG memperkirakan cuaca ini masih akan berlangsung hingga pukul 16.00 WIT.
Dalam keterangannya, Prakirawan BMKG Papua Tengah mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama bagi warga yang bermukim di daerah perbukitan, tebing curam, serta bantaran sungai. BMKG juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
BMKG memberikan sejumlah rekomendasi penting, antara lain agar masyarakat tetap waspada terhadap curah hujan tinggi dan potensi angin kencang yang dapat menyebabkan banjir, longsor, atau pohon tumbang.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas di area rawan longsor dan aliran sungai saat hujan lebat berlangsung, serta mengevakuasi barang berharga ke tempat aman bila terjadi genangan di wilayah dataran rendah.
Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak beraktivitas di luar ruangan jika kondisi angin sangat kencang.
Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, BMKG Papua Tengah menyarankan masyarakat memantau kanal resmi BMKG melalui situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, aplikasi InfoBMKG, atau Call Center 196.
Lembaga tersebut menegaskan, kewaspadaan dini dan kepatuhan terhadap informasi resmi dapat meminimalisir risiko kerugian maupun korban jiwa akibat dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Papua Tengah. [*].
DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemuda Kampung Idadagi, Marianto Deba, dengan keras menolak pernyataan Kepolisian Dogiyai yang…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda Dogiyai melontarkan kritik keras terhadap Melkias Keiya yang mereka sebut sebagai…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Sejumlah mahasiswa asal Dogiyai menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura,…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kembali memanas setelah…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator Wilayah Kabupaten Yalimo Kota Studi Manokwari,…
JAKARTA, TOMEI.ID | Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik…