JAKARTA, TOMEI.ID | Bentrokan antara massa aksi dengan aparat keamanan kembali terjadi di Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Kejadian ini kekhawatiran publik. Laporan dari lapangan menyebutkan adanya korban jiwa dan sejumlah warga mengalami luka-luka akibat bentrokan antara massa aksi dengan aparat keamanan.
Salah satu informasi menyebutkan, seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil milik aparat Brimob di lokasi aksi. Video berdurasi 1 menit 30 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana ricuh serta tudingan adanya tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa.
Massa aksi juga menyampaikan bahwa jumlah korban terus bertambah akibat bentrokan. Mereka menuding aparat melakukan tindakan berlebihan, termasuk penembakan gas air mata dan penggunaan kendaraan taktis yang dinilai membahayakan peserta aksi.
“Ini menunjukkan perlunya pendekatan persuasif dan dialog, bukan kekerasan yang dapat merugikan warga sipil,” ujar salah satu pengamat hukum yang memantau situasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat dan pihak penyelenggara aksi masih berupaya menenangkan situasi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menjauhi lokasi untuk menghindari risiko. Pemerintah pusat dan aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kabar korban jiwa maupun kondisi terkini di lapangan. [*].
JAKARTA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa/i Kabupaten Paniai Se-Indonesia Kota Studi Jakarta bersama Front Anti-Militerisme &…
NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Papua Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya flyer hoaks terkait rekrutmen…
JAKARTA, TOMEI.ID | Pendiri Astronacci International Group, Profesor Gema, melontarkan sejumlah tudingan serius terkait dugaan…
MANADO, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Kabupaten Paniai (KOMAKAPA) Kota Studi Manado mendesak pemerintah membuka ruang…
PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen yang digelar Pemerintah Provinsi Papua…
KENDARI, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa/i Kabupaten Paniai Se-Indonesia (SMI-KP) Kota Studi Kendari menyatakan keprihatinan terhadap…