Berita

Cakalele dan Lego-Lego Sambut Asesor BAN-PDM di SD Negeri Fuikang

FEIMOTAU, TOMEI.ID | Tarian Cakalele dan Lego-Lego mengiringi kedatangan dua asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur di UPTD SD Negeri Fuikang, Desa Mataru Utara, Kecamatan Mataru, Senin (26/10/2026).

Penyambutan bernuansa budaya tersebut mengawali pelaksanaan visitasi akreditasi sekolah yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Oktober 2026.

Kedua asesor, Yamin A. Asikin, S.Pd.I., M.Pd., dan Dominggus Amsikan, S.Pd.Gr., tiba di sekolah sekitar pukul 10.41 WITA. Kedatangan mereka disambut siswa-siswi, para guru, dan masyarakat pendukung melalui iringan gong dan tambur serta pertunjukan Tari Cakalele.

Setelah penyambutan, kedua asesor turut bergabung dalam lingkaran Tari Lego-Lego bersama siswa, guru, dan masyarakat. Tarian tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mencerminkan keterlibatan komunitas sekolah dalam menyambut proses evaluasi mutu pendidikan.

Visitasi akreditasi tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga mencakup pengamatan langsung terhadap lingkungan sekolah, pelaksanaan pembelajaran, serta interaksi antara warga sekolah dan orang tua.

Pada hari pertama, tim asesor mengamati sejumlah fasilitas dan kondisi lingkungan sekolah, mulai dari kebersihan toilet, perpustakaan, hingga pemasangan poster Kawasan Tanpa Rokok. Pengamatan tersebut menjadi bagian dari peninjauan terhadap kondisi lingkungan belajar dan penerapan prinsip kesejahteraan warga sekolah atau school well-being.

Tim asesor juga mengunjungi ruang kelas untuk mengamati proses pembelajaran yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Selain itu, mereka berdialog dengan siswa, guru, dan orang tua untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pendidikan serta pengalaman belajar di sekolah tersebut.

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), kegiatan difokuskan pada konfirmasi dokumen dan data pendukung akreditasi. Tim asesor menelaah bukti fisik yang berkaitan dengan empat komponen penilaian, kemudian melakukan klarifikasi dan wawancara bersama dewan guru.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi untuk menilai kesesuaian dokumen, praktik pembelajaran, dan kondisi nyata di lingkungan sekolah.

Kepala UPTD SD Negeri Fuikang, Triyana Reyati Maukari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan oleh tim asesor.

Ia mengibaratkan kehadiran asesor seperti bakul dan kain sarung yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat setempat.

“Kami ibaratkan Bapak Asesor seperti bakul dan kain sarung. Bakul yang membawa berkat ilmu dari jauh, dan kain sarung yang menghangatkan dan merangkul kami. Terima kasih atas bimbingannya untuk UPTD SD Negeri Fuikang yang lebih maju,” ujarnya.

Menurut Triyana, kehadiran tim asesor menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah untuk terus memperbaiki mutu pendidikan. Namun, hasil akhir akreditasi belum dapat disimpulkan hanya dari pelaksanaan visitasi dan penyerahan berita acara.

Kegiatan visitasi ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara. Setelah menyelesaikan agenda di UPTD SD Negeri Fuikang, tim asesor melanjutkan perjalanan menuju SD GMIT Bagalbui dan sejumlah sekolah sasaran akreditasi lainnya di Kecamatan Mataru.

Melalui proses visitasi tersebut, sekolah diharapkan memperoleh evaluasi yang dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, dan penciptaan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

KP2IT Papua Barat Minta Presiden Buka Audit DBH Migas, Klaim Selisih Rp2,1 Triliun

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polemik Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) Papua Barat…

2 jam ago

Imunisasi Campak Manokwari Sudah 91 Persen, Puluhan Kampung Belum Capai Target

MANOKWARI, TOMEI.ID | Capaian imunisasi campak dan rubela (MR) dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)…

2 jam ago

SAWABA 2026 IMPT Yalimo Manokwari, Bangun Generasi Mahasiswa yang Disiplin dan Bertanggung Jawab

MANOKWARI, TOMEI.ID | Regenerasi organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya anggota baru. Lebih dari…

2 jam ago

Dari Tailing hingga Konservasi Satwa, Inovasi Reklamasi Freeport Jadi Ruang Belajar Peserta IFRC 2026

TIMIKA, TOMEI.ID | Lahan bekas aktivitas pertambangan tidak selalu berakhir sebagai kawasan yang kehilangan nilai…

2 jam ago

Fransina Daby Minta Anggaran Rp465 Miliar harus Tepat Sasaran, Soroti Jembatan Wolo hingga RSUD Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Anggota Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Fransina Daby, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

24 jam ago

Kopi Homeyo Tumbuh Sejak 1960-an, Petani Kopi Terkendala Alat Produksi

NABIRE, TOMEI.ID | Petani kopi di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, masih menghadapi…

24 jam ago