Berita

Deinas Geley: Delapan Kabupaten Harus Dapat Kesempatan dalam Pembinaan Sepak Bola

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan tata kelola PSSI Papua Tengah harus dibangun secara transparan, kokoh, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun intervensi politik agar pembinaan sepak bola di delapan kabupaten berjalan adil dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Dogiyai Beri 67 Ribu Suara, Meki Nawipa: Saya Balas dengan Pembangunan, Bukan Uang

Penegasan tersebut disampaikan Deinas saat membuka Kongres Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah di Aula Hotel Yahor Inn Jalan Mandala, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Jumat (11/9/2026).

Deinas mengatakan, kongres tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat organisasi sekaligus menyatukan seluruh pemangku kepentingan sepak bola dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terarah di Papua Tengah.

BACA JUGA: Gubernur Meki Nawipa: Jangan Miras dan Makan Pinang di Tempat Sakral, Jaga Warisan Leluhur Meeuwo

Menurut Deinas, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kemajuan sepak bola, meskipun dirinya tidak berlatar belakang olahraga sepak bola. Ia menilai perkembangan sepak bola membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, PSSI, klub, atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang berkepentingan.

Deinas meminta seluruh pengurus PSSI, klub, atlet, serta pemangku kepentingan mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan organisasi serta masa depan sepak bola Papua Tengah.

“Jangan menilai dari sisi yang lain, tetapi mari kita menjadi satu untuk memperhatikan perjalanan sepak bola,” ujar Deinas.

Delapan Kabupaten Harus Mendapat Ruang yang Sama

Deinas memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan pembinaan sepak bola di seluruh wilayah Papua Tengah. Menurutnya, potensi pemain tidak hanya berada di satu daerah sehingga pembinaan dan kompetisi harus membuka kesempatan yang sama bagi seluruh kabupaten.

“Jangan sampai pembinaan dan kompetisi hanya terpusat di satu wilayah. Delapan kabupaten harus mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Ia menilai pemerataan tersebut penting agar pemain muda dari berbagai daerah memiliki akses yang sama untuk mengikuti pembinaan, kompetisi, seleksi, dan pengembangan prestasi.

Dengan sistem pembinaan yang merata, Deinas berharap talenta sepak bola dari seluruh wilayah Papua Tengah dapat ditemukan sejak usia dini dan diberikan ruang untuk berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Arah tersebut sejalan dengan agenda pembinaan yang sebelumnya disampaikan Asprov PSSI Papua Tengah, termasuk rencana penguatan pembinaan usia dini melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan pembinaan berjenjang bagi talenta muda dari seluruh kabupaten.

KONI Dorong Kepengurusan Definitif

Sementara itu, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah, Yeki Tobay, menegaskan pentingnya pembentukan kepengurusan PSSI Papua Tengah yang definitif agar roda organisasi memiliki legitimasi dan arah kerja yang jelas.

Menurut Yeki, kepengurusan definitif dibutuhkan untuk memastikan program pembinaan, kompetisi, serta agenda organisasi PSSI dapat berjalan secara terarah dan memiliki kepastian dalam pelaksanaannya.

“Kami ingin setiap kegiatan dijalankan oleh Asprov yang definitif,” harapnya.

Yeki menilai kepengurusan definitif juga akan memperkuat koordinasi PSSI dengan pemerintah daerah, KONI, klub, Askab, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun program pembinaan dan kompetisi sepak bola.

Pembentukan kepengurusan definitif menjadi bagian penting dalam penataan organisasi Asprov PSSI Papua Tengah. Sebelumnya, PSSI telah memberikan arahan agar Asprov Papua Tengah segera menyelenggarakan Musda dengan melibatkan delapan Askab untuk mengakhiri masa kepengurusan Plt.

Kongres Biasa PSSI Papua Tengah diharapkan menghasilkan keputusan organisasi yang mampu memperkuat tata kelola, memperluas pembinaan secara merata, serta membangun kompetisi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Papua Tengah.

Bagi Deinas, pembenahan organisasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan pemain. Organisasi yang transparan, kompetisi yang sehat, dan kesempatan yang merata dinilai menjadi fondasi penting untuk melahirkan lebih banyak talenta sepak bola Papua Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

BERITA FOTO: IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Uji Keterampilan dan Kesiapsiagaan Penyelamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan mengikuti…

16 jam ago

IFRC 2026 di Timika, Meki Nawipa Dorong Penguatan Budaya Keselamatan di Papua

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan…

17 jam ago

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

2 hari ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

2 hari ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

2 hari ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

2 hari ago