Berita

Denda Jalan, Kompetisi Mandek: Persipani Catat Rekor Tanpa Bertanding

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kompetisi Liga Indonesia musim 2024-2025 tidak hanya berbicara soal gol, kemenangan, dan gelar juara, tetapi juga menyisakan catatan kelam di balik layar berupa sanksi finansial yang membebani sejumlah klub.

Diketahui bahwa data resmi yang dirilis oleh Nusa Liga dan diterima redaksi pada Senin (30/6/2025), menunjukkan fakta lain: tiga klub mencatatkan diri sebagai penerima sanksi denda tertinggi di tiap kasta liga nasional.

Di Liga 1, Persib Bandung menjadi pemuncak daftar dengan total denda mencapai Rp1,1 miliar dari 34 pertandingan. Sebagian besar sanksi tersebut berasal dari perilaku suporter, terutama penggunaan flare dan petasan. Meski secara performa Persib mampu bersaing di papan atas, namun catatan pelanggaran di luar lapangan menunjukkan bahwa urusan disiplin masih menjadi pekerjaan rumah serius.

Sementara di Liga 2, Persewar Waropen dari Papua mencatat total denda sebesar Rp700 juta dari 22 laga. Tak hanya terkena sanksi karena pelanggaran teknis di lapangan, klub ini juga disorot akibat tunggakan gaji pemain yang belum dibayarkan selama satu musim penuh. Ketidakberesan manajemen akhirnya berujung pahit Persewar terdegradasi ke Liga 3 Nusantara.

Lebih ironis lagi, di kasta terbawah Liga 3 (Liga Nusantara), Persipani Paniai menjadi klub dengan denda tertinggi meski tak memainkan satu laga pun. Akibat tiga kali kalah walkover (WO), klub asal Papua Tengah ini dijatuhi denda total Rp150 juta dan langsung diturunkan ke Liga 4 regional. Kompetisi tidak berjalan, namun denda tetap berjalan.

Fenomena ini menggambarkan bahwa kompetisi sepak bola nasional bukan semata soal pertandingan di lapangan. Regulasi, etika, dan tata kelola manajemen klub menjadi indikator penting dalam penilaian federasi. Denda bukan hanya bentuk hukuman finansial, tetapi juga refleksi kualitas organisasi dan profesionalisme klub di balik layar.

Jika ingin bersaing secara konsisten di level nasional, klub-klub Indonesia, termasuk dari tanah Papua, perlu menata ulang sistem pengelolaan. Profesionalisme harus diterapkan baik di atas maupun di luar lapangan. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Hadiri Raker Komite IV DPD RI, Nelson Wenda Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih di Papua Pegunungan

JAKARTA, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Papua Pegunungan, Nelson…

8 jam ago

Panitia Stasi Daidaa Eyagitaida Laporkan Dukungan Sumbangan Babi untuk MUSPASME ke-VII Komopa

NABIRE, TOMEI.ID | Panitia Stasi Yohanes Pemandi Daidaa Eyagitaida secara resmi melaporkan dukungan partisipasi umat…

9 jam ago

Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Publik, Danlanal Nabire Jalin Silaturahmi dengan Pemkab Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Dalam upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal)…

9 jam ago

Silwanus Sumule: Penguatan Kualitas Keluarga Jadi Fondasi Pembangunan Paniai 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, menegaskan bahwa…

10 jam ago

Persipura Jayapura Rekrut Osas Saha untuk Perkuat Lini Depan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura resmi merekrut penyerang berpengalaman, Osas Saha, untuk memperkuat lini depan…

10 jam ago

Osas Saha Gabung Persipura: Fokus Utama Kembalikan Mutiara Hitam ke Liga 1

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura resmi menggaet penyerang berpengalaman, Osas Saha, untuk memperkuat lini depan…

11 jam ago