Berita

Di Festival Media Papua, Pakar Hukum Ingatkan Ancaman Pasal Karet KUHP bagi Jurnalis

NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis Papua diingatkan agar memahami ketentuan KUHP baru untuk menghindari jeratan hukum saat menjalankan tugas jurnalistik, serta melindungi hak pers dan kebebasan informasi masyarakat.

Pesan penting ini disampaikan pakar hukum Simon Pattirajawane dalam workshop “Pasal Karet, Pers Terancam: Membedah KUHP 2026 dan Dampaknya bagi Jurnalis Papua” pada Festival Media Se-Tanah Papua, Rabu (14/1/2026).

baca juga: Media Papua Didorong Segera Kerja Sama dengan Platform Digital

Festival yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026, diikuti oleh 149 jurnalis, pelajar, dan mahasiswa dari enam provinsi di Tanah Papua.

Pattirajawane menegaskan, jurnalis wajib memahami hak dan batasan yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, yang memberikan perlindungan sekaligus batasan jelas bagi kerja jurnalistik.

baca juga: Victor Mambor: Jurnalis Papua Harus Jadi Pemain Utama di Tanah Sendiri

“Jurnalis harus memahami hak yang diberikan undang-undang dan batasan yang perlu diperhatikan saat menulis berita, membuat konten, maupun melakukan liputan investigasi,” tegas Pattirajawane.

Pattirajawane menekankan prinsip cover both sides dan check and balance sebagai kunci menghindari risiko pidana. Ia menekankan pentingnya pelatihan rutin agar penerapan KUHP baru dalam praktik jurnalistik berjalan aman dan profesional.

baca juga: Festival Media Papua: AMSI Tekankan Konten Relevan sebagai Kunci Bertahan Media

“Gunakan hak kita untuk selalu melakukan check and balance dan cover both sides. Jika prinsip ini dijalankan, jurnalis tidak akan mudah terjerat pidana,” tambahnya.

Pattirajawane juga mengapresiasi Festival Media Se-Tanah Papua sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dan literasi publik, sehingga masyarakat bisa menilai dan memverifikasi kebenaran informasi secara mandiri.

Festival ini menghadirkan pelatihan jurnalistik investigasi, diskusi publik, pameran foto, serta malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026, menjadi wadah strategis untuk penguatan profesionalisme jurnalis Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Edukasi Warga Sumber Boga tentang Pengolahan Limbah Rumah Tangga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mitra Universitas Airlangga melalui Tim Lentera…

2 jam ago

IPMMO Se-Jawa dan Bali Menolak Wacana Pembangunan Pos Militer Nonorganik di Distrik Wandae

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali secara tegas menyatakan…

2 jam ago

TNI Kuasai Tiga Distrik di Paniai, Mahasiswa Minta Pemerintah Tarik Pasukan

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Kabupaten Paniai di Nabire, Papua Tengah, mendesak pemerintah segera menarik…

2 jam ago

Obet Magai Tekankan Perpustakaan Sekolah Harus Aktif Usai Salurkan Buku ke Lima Sekolah di Mapia

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menegaskan bahwa perpustakaan…

3 jam ago

Yohanes Kemong Desak Bupati Mimika Mundur dari Jabatan, Ini Alasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika,…

1 hari ago

Warga Wolo Pertanyakan Kelayakan Jembatan Kali Ilu, Minta Dinas PU Buka Transparansi Anggaran

WAMENA, TOMEI.ID | Masyarakat dan pemerintah kampung di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, membantah…

1 hari ago