Berita

Dibangun Swadaya, Jembatan Kampung Tibai Kembali Putus; Warga Minta Pemerintah Bertindak

NABIRE, TOMEI.ID | Jembatan gantung Kali Degeuwo yang menjadi akses menuju Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dilaporkan putus pada Selasa (13/10/2026).

Kerusakan tersebut kembali mengganggu akses penyeberangan warga setelah jembatan itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 2024.

Putusnya jembatan tersebut mendorong warga meminta Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera turun tangan. Masyarakat berharap pemerintah meninjau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan agar akses penyeberangan dapat dipulihkan dengan aman.

Jembatan itu berada di sebelah barat Diyaikunu, tepatnya di KM 165 Jalan Trans Nabire–Paniai. Berdasarkan informasi yang diterima, material kayu terlihat berserakan, sementara sebagian konstruksi jembatan roboh di sekitar aliran Kali Degeuwo.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena jembatan menjadi salah satu akses yang digunakan untuk menunjang mobilitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak segera ditangani, kerusakan itu berpotensi semakin menyulitkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

Intelektual Kampung Tibai, Yulianus Tagi, meminta pemerintah kabupaten dan provinsi segera meninjau lokasi serta mengambil langkah konkret untuk membangun kembali jembatan yang putus.

“Jembatan yang putus bukan hanya memutus jalan penyeberangan, tetapi juga menghambat harapan dan kehidupan masyarakat Kampung Tibai. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya mengharapkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah,” ujar Yulianus dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id di Nabire, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 2024 setelah jembatan sebelumnya putus akibat banjir. Melalui gotong royong, warga berupaya membangun kembali akses penyeberangan dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan.

Namun, jembatan yang kembali putus membuat masyarakat berharap adanya keterlibatan pemerintah dalam pemulihan infrastruktur tersebut. Menurut Yulianus, penanganan akses kampung tidak seharusnya terus bergantung pada kemampuan dan keterbatasan warga.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur perlu menjangkau masyarakat di kampung-kampung terpencil, termasuk wilayah yang menghadapi keterbatasan akses dan membutuhkan dukungan sarana penghubung untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

“Pembangunan bukan hanya tentang mendirikan gedung di pusat kota, tetapi juga tentang menghadirkan akses, keselamatan, dan keadilan bagi masyarakat di kampung-kampung terpencil,” katanya.

Yulianus berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi memberikan perhatian serius terhadap kondisi jembatan Kali Degeuwo. Ia meminta agar peninjauan lapangan dilanjutkan dengan langkah penanganan yang sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

“Jangan biarkan jembatan yang putus menjadi simbol terputusnya perhatian. Jadikanlah persoalan ini sebagai panggilan untuk membangun kembali akses kehidupan masyarakat Kampung Tibai,” tegas Yulianus.

Berdasarkan keterangan warga, kerusakan jembatan diduga berkaitan dengan pohon tumbang setelah terdampak kebakaran hutan di tengah musim kemarau yang disebut telah berlangsung sekitar lima bulan. Meski demikian, penyebab pasti putusnya jembatan belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Warga juga berharap kondisi kebakaran hutan dan kemarau panjang di Distrik Siriwo mendapat perhatian pemerintah, terutama apabila berdampak terhadap lingkungan, keselamatan masyarakat, dan infrastruktur yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jembatan gantung Kali Degeuwo bukan sekadar sarana penyeberangan, melainkan akses penting bagi masyarakat Kampung Tibai. Karena itu, warga berharap pemerintah segera memeriksa kerusakan, memastikan kebutuhan penanganan, dan mengambil langkah pemulihan agar jalur tersebut dapat kembali digunakan dengan aman. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

BERITA FOTO: IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Uji Keterampilan dan Kesiapsiagaan Penyelamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan mengikuti…

9 jam ago

IFRC 2026 di Timika, Meki Nawipa Dorong Penguatan Budaya Keselamatan di Papua

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan…

9 jam ago

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

1 hari ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

1 hari ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

1 hari ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

1 hari ago