Berita

Dies Natalis 12–13 Tahun, KOMPASS–IMP SUMUT Perkuat Konsolidasi dan Arah Gerakan Mahasiswa Papua di Sumatera

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) dan Ikatan Mahasiswa Papua Sumatera Utara (IMP SUMUT) menegaskan penguatan konsolidasi internal dan arah gerakan intelektual dalam momentum Dies Natalis ke-12 KOMPASS dan ke-13 IMP SUMUT di Kota Medan, Sabtu (14/2/2026).

Momentum tahunan tersebut tidak dimaknai sebatas seremoni, melainkan sebagai ruang refleksi, evaluasi struktural, serta peneguhan komitmen kolektif mahasiswa Papua di tanah rantau. Rangkaian kegiatan meliputi peringatan hari lahir organisasi, tradisi Bakar Batu (Barapen), serta pertandingan futsal kebersamaan sebagai simbol solidaritas dan penguatan identitas kultural.

Ketua Umum KOMPASS, Anderian Kamo, menegaskan bahwa perjalanan 12 tahun organisasi merupakan proses panjang yang sarat dinamika, ujian kepemimpinan, konsolidasi kader, dan tantangan ideologis internal.

“Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Perjalanan ini berisi perjuangan, perbedaan pendapat, jatuh-bangun kepengurusan, serta komitmen menjaga api semangat organisasi agar tetap menyala,” tegas Anderian Kamo di hadapan peserta.

Anderian Kamo menambahkan bahwa Dies Natalis harus menjadi momentum koreksi dan pembenahan arah gerakan, agar tetap progresif, terarah, kritis, dan berdaya saing.

“Pertanyaannya sederhana namun mendasar: apakah KOMPASS tetap setia pada tujuan awal pendirian? Apakah suara mahasiswa Papua di Sumatera semakin kuat atau justru terjebak dalam rutinitas seremonial yang kehilangan daya kritis dan arah perjuangan?” ujar Anderian.

Sementara itu, Ketua Umum IMP SUMUT, Wilem Tukmeap, menekankan pentingnya organisasi sebagai ruang pembentukan karakter dan gagasan, serta penguatan integritas, disiplin, dan visi kolektif.

“Selama lebih dari satu dekade, KOMPASS menjadi rumah bersama mahasiswa Papua. Rumah yang baik bukan hanya ramai, tetapi mampu membentuk karakter, melahirkan gagasan, dan berani melakukan evaluasi diri,” katanya.

Perwakilan senior KOMPASS dan IMP SUMUT turut menegaskan bahwa momentum Dies Natalis harus memperkuat kapasitas akademik, kepemimpinan, serta solidaritas lintas angkatan. Menurut para senior, mahasiswa Papua di Sumatera dituntut membangun kualitas intelektual sekaligus menjaga marwah organisasi.

Prosesi Bakar Batu (Barapen) menjadi simbol utama persaudaraan dan rasa syukur atas eksistensi organisasi di tanah rantau, yang mengikat solidaritas lintas generasi mahasiswa. Tradisi tersebut merepresentasikan nilai kolektivitas, kebersamaan, dan identitas budaya yang terus dijaga dalam dinamika kehidupan mahasiswa.

Melalui peringatan ini, KOMPASS dan IMP SUMUT menegaskan komitmen untuk memperkuat persatuan mahasiswa Papua di Sumatera Utara serta menghadirkan kontribusi nyata di ruang akademik dan sosial kemasyarakatan, secara terukur, berkelanjutan, dan berdampak luas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pererat Persekutuan di Pedalaman, Jemaat Solavide Dotir Rayon III Salurkan Bantuan dan Gelar Kunjungan Kasih ke Yabore

TELUK WONDAMA, TOMEI.ID | Jemaat Solavide Dotir Rayon III melaksanakan Kunjungan Kasih ke Jemaat Saitun…

3 jam ago

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa…

2 hari ago

Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda…

2 hari ago

Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi membuka kegiatan Retreat Level Up bertajuk…

2 hari ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen memperluas akses bantuan hukum bagi…

2 hari ago

Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42…

2 hari ago