Berita

Dinkes Papua Tengah Sebut Kehadiran IBI Mendukung Kebijakan Program Kesehatan di Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menghadiri kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat (16/5/2025).

Musda I ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, Ketua Tim Penggerak PKK Papua Tengah, jajaran Forkopimda, pejabat tinggi pratama, pengurus daerah IBI, serta para bidan dari seluruh wilayah Papua Tengah.

dr. Silwanus dalam sambutannya menekankan bahwa Musda tersebut tidak hanya menjadi ajang pembentukan struktur organisasi, tetapi juga merupakan forum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IBI dan pemerintah, khususnya dalam mendukung kebijakan program kesehatan di daerah.

“Bidan merupakan profesi yang sangat penting dalam menentukan kehidupan manusia, terutama dalam aspek kelahiran. Oleh karena itu, program kesehatan ibu dan anak harus dimaknai secara mendalam sebagai bagian dari tanggung jawab besar profesi bidan,” ujar dr. Silwanus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para bidan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan, baik di wilayah perkotaan maupun di pelosok Papua Tengah.

“Musda ini menjadi momentum penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan, baik saat ini maupun di masa depan. Sesuai komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk mengedepankan sektor kesehatan, kami percaya bahwa keberhasilan program pemerintah tidak akan tercapai tanpa dukungan tenaga kesehatan, termasuk para bidan,” tambahnya.

Musda I IBI Papua Tengah Tahun 2025 diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis demi kemajuan organisasi dan peningkatan kualitas layanan kebidanan di seluruh wilayah Papua Tengah. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Diadang Polisi! Kepala Distrik Kamuu Gagal Akses TKP, Ada Apa di Balik Kematian JE?

DOGIYAI, TOMEI.ID | Upaya Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, untuk mendatangi lokasi ditemukannya jenazah mendiang…

9 jam ago

Dogiyai Berdarah Terkuak: Kronologi Lengkap, Nama Korban, dan Dugaan Pelanggaran HAM Menguat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi di pusat Kota Dogiyai hingga Rabu (2/4/2026) masih berada dalam kondisi…

12 jam ago

Darah Sipil Tumpah di Dogiyai, IPMDO Nabire Desak Copot Kapolres dan Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMDO) Kota Studi Nabire melontarkan kecaman keras…

13 jam ago

IPMADO Jayapura Kecam Aparat, Desak Copot Kapolres dan Investigasi Independen Tragedi Dogiyai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Jayapura menyampaikan duka mendalam sekaligus mengecam…

15 jam ago

Mahasiswa IPMANAPANDODE JOGLO Desak Investigasi Independen dan Pencopotan Kapolres Dogiyai

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa asal Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai di wilayah…

15 jam ago

Desakan Copot Kapolres Menguat, Kapolda Papua Tengah Janji Evaluasi Total dan Ungkap Tragedi Berdarah Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Tekanan publik terhadap institusi kepolisian di Papua Tengah kian menguat. Koalisi Masyarakat…

16 jam ago