Berita

Dinkes Papua Tengah Siapkan SDM Kesehatan untuk Menyongsong Operasional RS Provinsi dan Labkesda

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah (Pemprov) Provinsi Papua Tengah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk menjawab kebutuhan pelayanan medis di masa mendatang, seiring pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan rujukan yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah.

Penyiapan tenaga kesehatan tersebut dilakukan sejak dini melalui sosialisasi pendidikan dan penataan arah pengembangan karier bagi pelajar di Papua Tengah. Langkah itu dinilai penting agar putra-putri daerah memiliki kesempatan mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan yang sedang dan akan dibangun pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, pemerintah provinsi mendorong pembangunan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Provinsi Papua Tengah, Klinik Bersalin, Klinik Bayi Tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Fasilitas-fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan rujukan di Papua Tengah. Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mulai melakukan persiapan SDM agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat disiapkan secara bertahap.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai, mengatakan penyiapan SDM kesehatan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara mendadak ketika fasilitas pelayanan telah siap beroperasi.

Menurutnya, masa pendidikan pada jenjang vokasi kesehatan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pendidikan Diploma Tiga (D3), misalnya, membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, sedangkan Diploma Empat (D4) atau Sarjana Terapan memerlukan masa studi sekitar empat tahun.

Atas pertimbangan tersebut, Dinas Kesehatan Papua Tengah mulai melakukan sosialisasi sejak 2026 dan berencana melanjutkannya secara lebih luas pada 2027.

“Tahun 2026 kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah di beberapa kabupaten. Kami berharap di tahun 2027 nanti sosialisasi tetap akan kami lakukan secara masif. Tujuan utamanya agar para orang tua, keluarga, dan masyarakat luas bisa ikut membagikan informasi peluang kerja ini kepada adik-adik atau saudara-saudara kita yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan,” ujar Kristianus Tebai di Nabire, Sabtu (7/11/226).

Menurut Kristianus, peran keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan informasi serta mengarahkan generasi muda untuk menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ia menuturkan, sosialisasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan lokal untuk menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan di Papua Tengah pada masa mendatang.

“Dalam rangka menyukseskan Program Prioritas Visi dan Misi Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, sosialisasi kita lakukan mulai dari sekarang. Jadi ketika fasilitas pelayanan RS Provinsi, Klinik Bersalin, Klinik Bayi Tabung, dan Labkesda diperkirakan beroperasi pada tahun 2029 atau 2030 nanti, proses penyerapan dan pendayagunaan tenaga kesehatan putra-putri daerah dapat dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Kristianus menjelaskan, perkembangan fasilitas kesehatan modern berbasis teknologi membutuhkan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang beragam dan spesifik.

Karena itu, lulusan SMA maupun SMK di Papua Tengah didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pendidikan keperawatan dan kebidanan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai bidang pendidikan vokasi kesehatan yang dibutuhkan dalam sistem pelayanan medis.

Salah satu bidang yang dinilai penting adalah Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Tenaga pada bidang tersebut memiliki peran dalam pemeriksaan dan pengujian spesimen laboratorium, termasuk darah, kimia klinik, mikrobiologi, dan berbagai pemeriksaan penunjang medis lainnya.

Selain itu, terdapat bidang Radiologi dan tenaga yang berkaitan dengan teknologi pencitraan medis, yang dibutuhkan untuk mendukung pengoperasian berbagai peralatan pemeriksaan diagnostik.

Bidang lain yang turut menjadi perhatian adalah Teknisi Elektromedik (ATEM). Tenaga tersebut dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan, pemeliharaan, pengujian, dan keselamatan penggunaan berbagai peralatan medis sesuai kompetensi dan kewenangan profesinya.

Kristianus juga menyoroti pentingnya tenaga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) dalam mendukung pengelolaan data pelayanan kesehatan, sistem informasi rumah sakit, serta penerapan Rekam Medis Elektronik (RME).

Selain tenaga tersebut, kebutuhan SDM kesehatan juga mencakup bidang gizi, khususnya untuk mendukung pelayanan nutrisi dan kebutuhan pasien sesuai standar pelayanan kesehatan.

Berbagai rumpun tenaga kesehatan lainnya juga diperlukan sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan, antara lain bidang anestesi, kesehatan lingkungan atau sanitasi, fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi, teknologi kardiovaskuler, ortotik prostetik, hingga pelayanan transfusi darah.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang beragam harus menjadi perhatian sejak para pelajar menentukan arah pendidikan dan pilihan profesi.

Di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang terus berkembang, Kristianus mengingatkan para pelajar dan keluarga agar berhati-hati dalam memilih institusi pendidikan.

Ia menekankan pentingnya memastikan perguruan tinggi atau institusi pendidikan yang dipilih memiliki izin dan akreditasi sesuai ketentuan yang berlaku, terutama bagi calon tenaga kesehatan yang nantinya akan menjalani proses pendidikan dan memenuhi persyaratan kompetensi profesi.

“Anak-anak sekolah wajib mengetahui masa depan mereka melalui informasi yang benar dan akurat. Pilih sekolah atau kampus yang unggul dan memiliki akreditasi resmi. Jangan sampai memilih tempat pendidikan yang tidak mampu menjamin mutu dan kualitas lulusan,” tegasnya.

Menurut Kristianus, kualitas pendidikan menjadi faktor penting karena pelayanan kesehatan berhubungan langsung dengan keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Oleh sebab itu, tenaga kesehatan yang nantinya bekerja di fasilitas pelayanan modern harus memiliki pendidikan, kompetensi, dan kualifikasi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar profesi yang berlaku.

Ia berharap sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Papua Tengah dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada pelajar, orang tua, dan masyarakat mengenai peluang pendidikan serta kebutuhan tenaga kesehatan di masa mendatang.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak sekarang, pemerintah daerah berharap semakin banyak putra-putri Papua Tengah dapat mempersiapkan diri melalui pendidikan yang tepat, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, dan mengambil bagian dalam penguatan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Tengah. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur John Tabo Salurkan 50 Ton Beras Bantuan Bencana El Nino untuk 12 Distrik di Kabupaten Nduga

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa…

11 menit ago

FKM-KD Nabire Rekrut 25 Anggota Baru, Yohanes Pigome Tekankan Kepemimpinan dan Keaktifan Mahasiswa

NABIRE, TOMEI.ID | Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Deiyai (FKM-KD) Kota Studi Nabire, Papua Tengah, menyambut…

17 menit ago

KPA Paniai Perkuat Edukasi HIV-AIDS di Sekolah, Ratusan Siswa SMA YPPGI Ikuti Sosialisasi

PANIAI, TOMEI.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai memperluas edukasi pencegahan HIV dan AIDS…

23 jam ago

Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair Gandeng DLH Manokwari, Dorong Warga Aurmios Kelola Limbah Rumah Tangga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga Tahun 2026 menggandeng Dinas Lingkungan…

1 hari ago

Henes Sondegau Apresiasi KLB PSSI, Berharap Bersatu Bangkitkan Sepak Bola Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerhati sepak bola Papua sekaligus CEO Badai Cartenz, Henes Sondegau, mengapresiasi pelaksanaan…

1 hari ago

Pemprov Papua Tengah Latih Petani Puncak Jaya, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat langkah pengembangan kopi lokal dengan…

1 hari ago