Papua

Dosen Antropologi Uncen Soroti Penurunan Kualitas Mahasiswa: Evaluasi Total Diperlukan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dosen Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen), Ibrahim Peyon, menyampaikan kritik tajam terhadap penurunan kualitas akademik mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis di Jayapura, Sabtu (24/5), ia menyoroti lemahnya partisipasi dan etos belajar mahasiswa, khususnya yang berasal dari wilayah Lapago dan Mepago.

“Rata-rata mahasiswa malas kuliah, tidak pernah hadir, dan ketika hadir pun hanya duduk tanpa keterlibatan aktif,”ujar Peyon.

baca juga : MPM Uncen Nilai Rektor Abaikan Aspirasi dan Demokrasi Mahasiswa

Ia menambahkan, banyak mahasiswa hanya muncul saat ujian tanpa persiapan yang layak, memberikan jawaban yang tidak relevan, dan tulisan yang sulit dibaca. Karena fenomena ini, menurutnya, semakin kompleks karena sebagian mahasiswa yang tidak mengikuti proses belajar justru kerap menuntut nilai dari dosen.

“Kelompok ini bahkan sering terlibat dalam aksi pemalangan kampus dan berbagai tekanan lainnya,” tambahnya.

Peyon menyebut situasi tersebut sebagai bentuk krisis kedisiplinan akademik yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Ia juga menyoroti merosotnya kualitas skripsi mahasiswa yang dinilainya sebagai dampak dari rendahnya minat belajar dan lemahnya proses bimbingan. Menurutnya, absennya mahasiswa dalam perkuliahan reguler menjadi penyebab utama menurunnya kualitas akhir studi.

Dalam pernyataannya, Peyon mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang tidak aktif berasal dari wilayah Pegunungan Tengah Papua, terutama Lapago dan Mepago. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan penggambaran realitas yang ia temui sebagai dosen.

Peyon juga menyinggung kegagalan studi mahasiswa Papua di luar negeri. Berdasarkan datanya, dari 373 mahasiswa Papua yang dikirim ke Jerman antara 2010 hingga 2019, hanya 4 orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat diploma.

“Lebih dari 310 orang gagal dan kembali. Yang tersisa hanya 63 orang. Ini menunjukkan sistem pendidikan dasar kita belum siap. Kita terlalu sibuk dengan demonstrasi, tidak fokus belajar,” ujarnya.

Ia mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan tinggi di Papua. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pimpinan universitas, dan masyarakat adat sangat penting untuk membangun kembali etos belajar di kalangan mahasiswa.

“Kalau tidak segera dievaluasi, kita akan terus gagal bersaing. Lulusan-lulusan kita akan tersingkir dan hanya masuk ke politik praktis atau menciptakan konflik sosial,” tutupnya.

Pernyataan Peyon ini memicu diskusi di lingkungan kampus dan masyarakat Papua. Banyak pihak menilai perlunya refleksi kritis terhadap sistem pendidikan dan harapan agar evaluasi yang dimaksud dilakukan secara objektif dan konstruktif demi kemajuan generasi muda Papua. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

BERITA FOTO: Gubernur Papua Tengah Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa resmi melepas ekspor perdana hasil perikanan melalui…

12 menit ago

Gubernur Meki Nawipa Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang…

6 jam ago

Kapolda Papua Tengah Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Tekankan Reformasi dan Profesionalisme Polri

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Eks Bandara…

6 jam ago

Ekspor Perdana Hasil Perikanan Tandai Langkah Besar Papua Tengah Menuju Pusat Ekonomi Biru

MIMIKA, TOMEI.ID | Papua Tengah menorehkan babak baru dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Gubernur…

18 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong Penguatan SDM melalui Pelatihan Public Speaking FOKAL IMPT Manokwari

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM)…

18 jam ago

Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa resmi melepas ekspor perdana hasil perikanan melalui…

19 jam ago