Berita

DPD RI Turun Tangan, Dorong Kepastian Hukum Kasus Bom Molotov Jubi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi Jubi yang terletak di Jalan SPG Taruna, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Selasa (2/7/2025).

Kunjungan dilakukan untuk mendorong kepastian hukum dalam pengungkapan kasus penyerangan bom molotov terhadap Kantor Redaksi Jubi.

Agenda utama pertemuan yakni mendengarkan keterangan dari tim hukum dan koalisi terkait peristiwa penyerangan serta langkah konkret mendorong proses hukum hingga ke tingkat nasional.

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Carel Simon Petrus Suebu, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk respon atas surat permohonan advokasi yang dikirimkan tim Jubi dan Koalisi.

Ia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk membawa kasus ini ke pembahasan internal Komite I DPD RI dan akan melakukan langkah-langkah lanjutan bersama mitra strategis di pusat.

“Kami akan tindak lanjuti kasus ini. Komite I DPD RI akan bahas lebih dalam, termasuk motif serta kemungkinan pihak-pihak yang terlibat. Selanjutnya, kami akan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Panglima TNI dan Kapolri agar kasus ini mendapat perhatian serius,” kata Suebu.

Suebu menegaskan bahwa DPD RI tetap berkomitmen memperjuangkan keadilan bagi jurnalis. Menurutnya, kerja-kerja jurnalistik dijamin dan dilindungi oleh undang-undang. Ia berharap tidak ada diskriminasi atau intimidasi terhadap jurnalis yang bekerja menyuarakan kepentingan publik.

“Kami akan terus kawal proses ini. Bulan Juli ini, kami targetkan perkembangan kasus sudah kami bawa ke pusat untuk mendapat perhatian dan kejelasan hukum,” tegasnya.

Kuasa hukum Jubi dari Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis, Simon Pattiradjawane, menambahkan bahwa hingga hari ini, kasus penyerangan yang terjadi pada 16 Oktober 2024 belum menemui titik terang. Sudah 258 hari berlalu, namun pelaku belum berhasil diungkap.

“Kami berharap dengan adanya dukungan DPD RI, proses ini dapat didorong ke tingkat nasional agar pelaku segera diadili secara transparan dan adil,” ujar Pattiradjawane.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal oleh Polda Papua sudah seharusnya ditindaklanjuti dengan penetapan tersangka. Pihak koalisi mendorong adanya transparansi baik dari aparat kepolisian maupun TNI yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pemimpin Redaksi Jubi, Jean Bisay, mengapresiasi kehadiran Wakil Ketua Komite I DPD RI, Carel Suebu, di kantor Jubi. Ia menilai kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memperjuangkan keadilan bagi insan pers.

“Kami percaya beliau sebagai wakil DPD RI Dapil Papua akan serius memperjuangkan kasus ini hingga ke pusat. Harapan kami, pelaku segera diadili,” ungkap Bisay.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur PT Media Jubi Papua Hana S. Damimetou, Pemimpin Redaksi Jubi Jean Bisay, jajaran staf dan reporter Jubi, serta tim Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Masyarakat Kali Biru Tolak Pembangunan Pos Militer, Sampaikan Lima Tuntutan

DEKAI, TOMEI.ID | Puluhan warga, mahasiswa, dan aktivis lingkungan di Kabupaten Yahukimo menggelar aksi penolakan…

5 jam ago

China Berencana Bangun Pusat Sekolah Vokasi dan Pengembangan Padi di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah China berencana membangun pusat sekolah vokasi dan pusat pengembangan padi berbasis…

12 jam ago

Pemkab Manokwari Perkuat Gerakan BERLIAN untuk Kejar Target Imunisasi Anak 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat…

13 jam ago

Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0, Dua Pemain Lawan Digusur Kartu Merah

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko membuka kiprahnya di Grup A Piala Dunia 2026 dengan kemenangan…

21 jam ago

Meksiko Dominan, Tutup Babak Pertama dengan Keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan setelah…

22 jam ago

FIFA Diminta Bayar Rp1,7 Miliar kepada Wasit Afrika yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026

MEKSIKO, TOMEI.ID | FIFA didesak memberikan kompensasi sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar kepada…

1 hari ago