Berita

DPRD Lanny Jaya Dikritik Pasca Ledakan Granat yang Tewaskan Warga Sipil

WAMENA, TOMEI.ID | Tragedi ledakan granat di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, yang menewaskan seorang warga sipil bernama Pendite Weya (18) pada 6 Juni 2026, memicu kritik terhadap kinerja DPRD Lanny Jaya. 

Aktivis HAM dan Demokrasi, Herryck Wene Tabuni, menilai lembaga legislatif tersebut belum menunjukkan peran maksimal dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait situasi keamanan di daerah itu.

Menurut Herryck, peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sejak tahun lalu belum memperoleh respons yang memadai dari para wakil rakyat.

“Kami menilai bahwa kejadian ini tidak dapat dilepaskan dari kegagalan berbagai pihak, termasuk DPRD Lanny Jaya, dalam menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat,” ujar Herryck Wene Tabuni.

Ia menjelaskan bahwa pada 20 Agustus 2025, Forum Peduli Lanny Jaya bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi keamanan di Kabupaten Lanny Jaya. Dalam aksi tersebut, masyarakat meminta Presiden RI Prabowo Subianto meninjau kembali keberadaan personel militer non-organik maupun organik yang dinilai berlebihan di wilayah tersebut.

Aspirasi itu, kata Herryck, telah disampaikan secara resmi kepada DPRD Lanny Jaya untuk diteruskan kepada pihak terkait. Namun hingga kini masyarakat mengaku belum memperoleh penjelasan maupun tindak lanjut yang jelas.

Selain menyoroti persoalan keamanan, masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan serta mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi secara efektif.

“DPRD dipilih oleh rakyat, karena itu DPRD wajib mendengar, menampung, dan memperjuangkan suara rakyat,” tegasnya.

Herryck menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol publik dalam sistem demokrasi, bukan bentuk permusuhan terhadap lembaga legislatif.

Forum Peduli Lanny Jaya mendesak DPRD segera memberikan tanggapan resmi atas aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, membuka ruang dialog dengan berbagai elemen warga, serta menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di daerah tersebut.

“Kami belum melihat adanya langkah konkret, penjelasan resmi, maupun upaya dialog terbuka dari DPRD Lanny Jaya. Pertanyaannya, di manakah komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi rakyat?” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, DPRD Lanny Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan Forum Peduli Lanny Jaya maupun aspirasi masyarakat yang disebutkan dalam pernyataan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Somap Gelar Mimbar Bebas: Desak Pemerintah Hentikan Kekerasan dan Buka Akses Pemantau Internasional ke Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Papua (Somap) menggelar aksi mimbar bebas di Abepura, Kota Jayapura,…

3 jam ago

BERITA FOTO: Penyerahan Kunci Rusun ASN DOB Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki…

3 jam ago

Pokja Bunda PAUD Papua Tengah Gelar Lokakarya BERIMUTU, Perkuat Layanan PAUD Berkualitas

NABIRE, TOMEI.ID | Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah menggelar Lokakarya PAUD BERIMUTU…

3 jam ago

Otsus Jilid II di Papua Tengah Diprioritaskan untuk OAP, Pemprov Tegaskan Tiga Pilar Utama

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II sepenuhnya…

4 jam ago

Asrama Mahasiswa Yalimo IMYA Manokwari Ucapkan HUT ke-53 kepada Wakil Rektor UNIPA Yusuf Willem Sawaki

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Asrama Mahasiswa Yalimo IMYA (Ikatan Mahasiswa…

9 jam ago

KP2IT Desak Gubernur Papua Barat Evaluasi Kinerja OPD Pangan, Soroti Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (DPD KP2IT) Papua…

10 jam ago