NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Nabire resmi mengumumkan penutupan sementara dua jembatan utama, yakni Jembatan Kali Nabire dan Jembatan Wadio Pantai yang berada di ruas Jalan C.H. Martatiahahu.
Penutupan dimulai pada 11 Agustus hingga 13 September 2025 sebagai bagian dari kegiatan rehabilitasi infrastruktur jembatan.
Langkah ini diambil guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus transportasi darat di wilayah Nabire. Selama proses perbaikan, kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan oleh dinas terkait. Rambu penunjuk arah dan petugas lapangan juga ditempatkan di beberapa titik untuk membantu mengatur lalu lintas.
Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk memahami situasi ini serta mematuhi arahan petugas di lapangan. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Langkah ini diambil demi keselamatan dan peningkatan kualitas jembatan,” bunyi pernyataan resmi dalam keterangannya.
Rehabilitasi kedua jembatan ini merupakan bagian dari program strategis perbaikan infrastruktur yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak kontraktor pelaksana. Dengan selesainya pekerjaan ini, diharapkan jalur penghubung utama di Nabire dapat kembali berfungsi optimal, memberikan akses yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nabire, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa pekerjaan rehabilitasi akan mencakup penggantian komponen struktur yang rusak, pengecatan ulang, serta penguatan pondasi. “Kondisi kedua jembatan ini memang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan yang lebih parah,” ujarnya.
Selain itu, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan akan melakukan pengawasan ketat di jalur alternatif, terutama untuk mengatur kendaraan berat yang membawa logistik maupun material bangunan. Pengendara diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan di titik pengalihan arus.
Masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan juga diingatkan untuk tetap berhati-hati, terutama pejalan kaki dan pengguna sepeda motor. Aktivitas pembangunan akan melibatkan alat berat dan pekerjaan konstruksi di tepi jalan, sehingga kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari kecelakaan.
Adapun jalur alternatif yang disarankan adalah sebagai berikut. Bagi pengendara dari pusat kota menuju Pantai Wadio, perjalanan dapat dilakukan melalui Jalan Ahmad Yani, kemudian berbelok ke Jalan Merdeka, dan dilanjutkan melalui Jalan Bumiwonorejo.
Sementara bagi pengendara dari Pantai Wadio menuju pusat kota, dianjurkan menggunakan jalur yang sama, dengan tetap memperhatikan rambu penunjuk yang telah dipasang di titik-titik strategis untuk menghindari persimpangan rawan kemacetan.
Khusus untuk kendaraan berat, jalur alternatif diarahkan melalui ruas jalan industri di kawasan Kalibobo guna meminimalkan potensi gangguan lalu lintas di pusat kota.
Pemerintah mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi pengaturan lalu lintas sementara yang telah ditetapkan, demi kelancaran arus kendaraan, keselamatan bersama, serta mendukung kelancaran pekerjaan rehabilitasi jembatan hingga selesai sesuai jadwal. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire resmi menerbitkan Surat Edaran tentang Percepatan Eliminasi Malaria…
KOTA SORONG | Pemerintah Kota Sorong secara resmi menyerahkan hibah aset berupa satu unit kendaraan…
TOLIKARA, TOMEI.ID | Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau (TPNPB) mengklaim telah merampas satu pucuk…
NABIRE, TOMEI.ID | Kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik warga di Desa Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Nabire,…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Persaingan di ajang Pegadaian Championship musim 2025/2026 memasuki fase krusial. Bagi Persipura Jayapura, dua hasil negatif…
TIMIKA, TOMEI.ID | Kompetisi sepak bola kasta keempat bertajuk Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah…