Berita

Eksotisme Kali Bak Harapan dan Permata Alam Sentani

*Yermias Edowai

Papua, tanah penuh keajaiban alam dan budaya, tak pernah berhenti menebarkan pesonanya. Salah satu permata tersembunyi yang kini menjadi perhatian para pencinta wisata alam adalah Kali Bak, atau yang juga dikenal sebagai Kali Harapan. Berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, destinasi ini menyuguhkan panorama alam yang masih alami, udara sejuk yang menenangkan, serta suasana damai yang ideal untuk aktivitas healing keluarga, komunitas, hingga pasangan maupun individu.

Terletak di area belakang Stadion Lukas Enembe salah satu stadion termegah di Indonesia Timur Kali Bak dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit dari pusat Kota Sentani maupun dari wilayah Abepura dan Waena di Kota Jayapura. Meskipun jalur menuju lokasi melewati beberapa kawasan permukiman, akses jalan yang cukup baik memastikan perjalanan berlangsung nyaman dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh bentangan keajaiban alam. Aliran sungai berair jernih yang bersumber dari Pegunungan Cycloop mengalir tenang di sela-sela rerimbunan pepohonan tropis. Pepohonan seperti cemara, matoa, serta berbagai flora endemik Papua membentuk kanopi hijau alami, menghadirkan suasana sejuk dan teduh. Kicauan burung liar, desir angin di antara pepohonan, serta gemericik air jernih menciptakan simfoni alam yang membelai jiwa dan menenangkan hati.

Lebih dari sekadar aliran sungai, Kali Bak juga menawarkan kolam-kolam alami dan air terjun kecil yang menambah pesona kawasan ini. Meskipun tidak terlalu tinggi, air terjun tersebut menjadi daya tarik utama yang banyak dijadikan latar foto oleh para pengunjung. Air sungai yang bening dan sejuk menggoda siapa saja untuk berenang, berendam, atau sekadar bermain air di tepian.

Sebagai ruang alami untuk keluarga, Kali Bak menyediakan area kolam dangkal yang aman bagi anak-anak. Sementara itu, orang dewasa dapat menikmati piknik sederhana di bawah rindangnya pepohonan, merasakan ketenangan yang sulit didapatkan di tengah hiruk-pikuk kota.

Untuk menikmati seluruh keindahan ini, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp2.000 per orang. Tarif parkir pun cukup terjangkau, yakni Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp50.000 untuk kendaraan roda empat. Fasilitas sederhana seperti pondok tempat duduk, toilet, dan area istirahat tersedia dengan tarif penggunaan sekitar Rp5.000. Meski begitu, jumlah fasilitas masih terbatas, sehingga peningkatan sarana prasarana sangat dinantikan ke depannya.

Sebagai ruang alami untuk keluarga, Kali Bak menyediakan area kolam dangkal yang aman bagi anak-anak. Sementara itu, orang dewasa dapat menikmati piknik sederhana di bawah rindangnya pepohonan, merasakan ketenangan yang sulit didapatkan di tengah hiruk-pikuk kota.

Untuk menikmati seluruh keindahan ini, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp2.000 per orang. Tarif parkir pun cukup terjangkau, yakni Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp50.000 untuk kendaraan roda empat. Fasilitas sederhana seperti pondok tempat duduk, toilet, dan area istirahat tersedia dengan tarif penggunaan sekitar Rp5.000. Meski begitu, jumlah fasilitas masih terbatas, sehingga peningkatan sarana prasarana sangat dinantikan ke depannya.

Dari sisi pengelolaan, kebersihan kawasan masih menjadi tantangan. Minimnya tempat sampah permanen membuat pihak pengelola bersama masyarakat setempat mengimbau para pengunjung untuk membawa kantong sampah pribadi dan menjaga kebersihan area secara mandiri. Poster-poster berisi pesan moral seperti “Datang bawa sampah, pulang juga dengan sampah” serta larangan menebang pepohonan dan membawa minuman keras dipasang di beberapa titik strategis sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Pemerintah daerah bersama masyarakat Kampung Harapan terus berupaya meningkatkan kualitas kawasan ini, mulai dari perbaikan aksesibilitas, penyediaan sarana pendukung, hingga menggiatkan kampanye sadar wisata demi menciptakan lingkungan wisata yang nyaman, bersih, dan lestari.

“Kami berharap para pengunjung dapat turut serta menjaga kelestarian lingkungan di Kali Bak. Upaya pelestarian ini penting agar keindahan alam yang ada tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Jhones, salah seorang warga Kampung Harapan yang aktif mengelola kawasan ini.

Kali Bak menjadi bukti bahwa Papua tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, tetapi juga menyimpan kekayaan alam luar biasa yang patut dirawat dengan penuh rasa hormat. Dengan pengelolaan berkelanjutan, dukungan masyarakat, serta kesadaran pengunjung dalam menjaga lingkungan, Kali Bak berpotensi menjadi ikon wisata alam unggulan di kawasan Jayapura sekaligus berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Maka, bila Anda merencanakan perjalanan ke Papua, khususnya ke Jayapura, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Kali Bak. Rasakan ketenangan yang ditawarkan alam, dengarkan bisikan gemericik air yang menenangkan, dan biarkan hijaunya panorama menghapus segala penat. Sebuah perjalanan yang bukan hanya meninggalkan jejak kaki, tetapi juga membawa pulang ketenangan mendalam dalam hati. (*)

)* Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih Jayapura Papua.

Redaksi Tomei

Recent Posts

Tujuh Klub Siap Mengguncang Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah di Stadion Wania Imipi

TIMIKA, TOMEI.ID | Kompetisi sepak bola kasta keempat bertajuk Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah…

4 jam ago

PMKRI Merauke Tolak Tegas Jalan Wanam–Muting 135 Km, Soroti Deforestasi 8.691 Hektare dan Dugaan Tekanan terhadap Masyarakat Adat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Penolakan terhadap pembangunan Jalan Wanam–Muting sepanjang 135 kilometer di Kabupaten Merauke, Papua…

4 jam ago

Musrenbang Piyaiye Tetapkan Agenda Prioritas 2027: Infrastruktur, Akses Jalan, dan Layanan Dasar Jadi Fokus Utama

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, menetapkan agenda prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2027…

4 jam ago

Papua Tengah Kunci 95 Persen Lahan Sawah dalam RTRW 2026–2046, Lampaui Target Nasional

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menetapkan perlindungan 95 persen Lahan Baku Sawah…

4 jam ago

RTRW 2026–2046 Jadi Kompas Masa Depan, Meki Nawipa Tegaskan Papua Tengah Tak Boleh Salah Arah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)…

4 jam ago

Panpel Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah 2025-2026 Rilis 7 Tim Punya Julukan, Semangat di Lapangan Jadi Identitas

NABIRE, TOMEI.ID | Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah Musim 2025-2026…

7 jam ago