Berita

Elisa Sekenyap Tegaskan Regenerasi Jurnalis Papua 1.132 Peserta, Mayoritas Pelajar, Belajar Jurnalisme Antar-Provinsi

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Media Se-Tanah Papua 2026 resmi ditutup Rabu (15/1/2026) di Nabire, Papua Tengah, setelah berlangsung tiga hari sejak 13 Januari di eks Bandara Lama, Kantor Gubernur Provinsi Papua.

Festival ini diikuti 1.132 peserta, mayoritas pelajar SMA dan SMK, sekaligus menjadi wadah regenerasi calon jurnalis Papua dan ruang belajar jurnalistik terbesar bagi generasi muda di provinsi ini.

Kegiatan yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini juga dihadiri jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, jurnalis senior, pegiat literasi, serta masyarakat umum. Selama festival, panitia menyelenggarakan diskusi media, workshop jurnalistik, pameran, dan pertunjukan seni, termasuk penampilan Weiland Grup, Alie Grup, dan Turtuante Grup.

Selain itu, Mama-mama Papua turut berpartisipasi dengan menjual produk lokal, memperkuat nuansa budaya sekaligus pemberdayaan komunitas.

Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Elisa Sekenyap, menekankan bahwa festival perdana ini menjadi agenda rutin dua tahunan, sekaligus sarana untuk memperkuat regenerasi jurnalis Papua.

“Ini adalah festival media pertama yang digagas AWP. Festival ini menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, dan berbagi pengalaman untuk memperkuat kapasitas jurnalis, khususnya wartawan asli Papua,” ujar Elisa.

Festival terbuka bagi seluruh jurnalis Tanah Papua, tanpa membedakan asal daerah, pengalaman, maupun usia peserta.

“Dari Merauke sampai Sorong, kita hadir bersama. Tidak ada perbedaan. Kita bersatu untuk Papua, membangun pers yang kuat, berintegritas, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Regenerasi jurnalis menjadi fokus utama dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa secara aktif, kreatif, berkelanjutan, dan penuh semangat.

“Kami berharap peserta muda ini menjadi generasi penerus wartawan Papua. Papua harus ditulis oleh orang Papua sendiri, karena kita yang paling memahami budaya, bahasa, dan kondisi geografis Papua,” jelas Elisa.

Elisa juga menegaskan, seluruh peserta dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Provinsi Papua diharapkan membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh, untuk diterapkan di ruang redaksi masing-masing.

“Jadikan pengalaman ini sebagai bekal dalam menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab. Wartawan boleh lelah, tetapi kebenaran tidak boleh berhenti, dan setiap laporan adalah cermin nurani publik,” pungkasnya.

Festival Media Se-Tanah Papua 2026 membuktikan bahwa jurnalisme Papua bergantung pada keberanian, kreativitas, dan konsistensi generasi muda. Suara kampung-kampung kini terdengar luas melalui pewarta lokal yang terlatih dan berdedikasi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Wagub Deinas Geley Dorong Wartawan Ukir Ribuan Kata untuk Papua

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong wartawan di Paniai terus bekerja…

17 jam ago

IDI Papua Tengah 2025 Capai 59,24, Ukkas Dorong RAD Demokrasi Lebih Terukur

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kualitas demokrasi melalui penyusunan Rencana…

17 jam ago

Kunker ke Paniai, Wagub Deinas: Kami Tak Kasih Uang, Kami Buka Program

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak…

20 jam ago

Wagub Deinas Geley Serahkan 38 Motor Ojek dan Rp1,5 Miliar untuk RSUD Paniai

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyerahkan bantuan 38 unit sepeda motor…

22 jam ago

Temui Siswa Kepas Kopo Paniai Timur, Wagub Deinas: Jangan Melawan Guru

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pentingnya sikap hormat kepada guru…

23 jam ago

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak, Polisi Kejar Pelaku; TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

WAMENA, TOMEI.ID | Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Kampung Muliama, Distrik…

23 jam ago