Berita

Filep Imbir: Stop Provokasi! Media Sosial Jangan Jadi Alat Pecah Belah Orang Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah meningkatnya tensi sosial belakangan ini, penggiat literasi digital Papua Barat Daya, Filep Imbir, mengingatkan masyarakat Papua agar tidak terjebak dalam arus provokasi yang semakin masif di media sosial.

Ruang digital yang semestinya menjadi wadah berbagi informasi dan mempererat persaudaraan kini dinilai berubah menjadi arena adu domba yang mengancam persatuan Orang Asli Papua (OAP).

Dalam unggahan yang mendapat perhatian luas publik, peringatan tersebut disampaikan Filep Imbir melalui akun Facebook pribadi @Filep Imbir pada Rabu (11/2/2026).

Dalam unggahan yang cepat menyebar itu, Filep menegaskan bahwa media sosial tidak lagi sepenuhnya aman karena telah dimasuki akun dan kelompok berkepentingan yang diduga sengaja memecah belah masyarakat Papua.

“Media sosial sekarang bukan lagi tempat yang sepenuhnya aman. Banyak akun dan grup sudah dikuasai provokator yang ingin memecah belah orang Papua,” tulis Filep, dikutip Kamis (12/2/2026).

Menurut Filep, pola serangan digital saat ini semakin sistematis dan terorganisir. Provokasi tidak lagi sebatas penyebaran hoaks, tetapi telah menyasar serangan personal terhadap tokoh Papua, penghinaan terhadap marga dan suku tertentu, hingga memainkan narasi perbedaan antara Papua gunung dan Papua pantai.

Filep juga menyoroti maraknya penyebaran konten sensitif seperti foto dan video kekerasan, pelecehan terhadap perempuan Papua, kasus pembunuhan, isu diskriminasi sosial, gosip perselingkuhan, hingga pornografi berbasis kecerdasan buatan (AI). Konten tersebut disebarkan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis bagi masyarakat Papua.

“Setiap hari masyarakat disuapi konten yang memancing emosi. Tujuannya agar kita saling hujat dan saling serang. Kalau sudah begitu, kita lupa menjaga persatuan,” tegas Filep.

Filep mengingatkan bahwa energi publik yang habis untuk pertengkaran di ruang digital berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan mendasar seperti tanah adat, pendidikan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.

Selain itu, Filep menyoroti keberadaan akun anonim yang mengatasnamakan kepala suku, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda di Tanah Papua tanpa identitas jelas maupun legitimasi kelembagaan.

“Dengan strategi manipulatif yang dirancang secara sistematis, mereka memakai narasi kemanusiaan dan keadilan, tetapi sebenarnya ingin memecah belah kita dari dalam,” jelas Filep.

Jika tidak dihentikan sejak sekarang juga, provokasi yang dibiarkan terus-menerus, menurut Filep, berpotensi memicu konflik horizontal. Isu dikotomi Papua gunung dan Papua pantai kerap dimainkan untuk membangun ketegangan sosial.

“Jangan sampai energi kolektif habis sia-sia dan kita sibuk ribut di handphone, sementara persoalan besar di dunia nyata terus berjalan tanpa kita sadari,” ujar Filep.

Sebagai langkah pencegahan, Filep mengajak masyarakat untuk tidak memberi ruang kepada provokator digital. Warga diminta tidak mempercayai akun anonim, tidak menyebarkan konten yang menyerang pribadi, marga, atau suku tertentu, serta segera memblokir dan melaporkan akun penyebar kebencian.

“Melihat dari situasi yang terus memanas akhir-akhir ini, Kalau kita diam dan membiarkan, provokator akan semakin kuat,” tegas Filep.

Di akhir pernyataannya, Filep menegaskan bahwa seluruh Orang Papua adalah satu keluarga besar. Perbedaan wilayah dan marga tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci.

“Papua gunung dan Papua pantai itu satu darah. Semua marga dan suku adalah saudara. Jangan kasih ruang untuk provokator. Gunakan media sosial untuk membangun, bukan untuk membakar emosi,” pungkas Filep. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Nyeri! Hajar Barito 4-1 di Stadion Lukas Enembe, Persipura Rebut Puncak Grup Timur

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura tampil trengginas saat membungkam Barito Putera dengan skor telak 4-1…

39 menit ago

BPP-KOMPASS Resmi Mandatkan IMP SUMUT Gelar Mubes dan Temu Natal XII di Medan

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) melalui Badan Pengurus Pusat (BPP) secara resmi…

1 jam ago

Dies Natalis 12–13 Tahun, KOMPASS–IMP SUMUT Perkuat Konsolidasi dan Arah Gerakan Mahasiswa Papua di Sumatera

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) dan Ikatan Mahasiswa Papua Sumatera Utara (IMP…

1 jam ago

Dua Gol Injury Time! Persipura Hajar Barito 2-0 di Babak Pertama

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura tampil eksplosif di penghujung babak pertama dan unggul 2-0 atas…

2 jam ago

Rapat Umum Perdana Yayasan Tuwapodita Paniai Tegaskan Arah Misi dan Komitmen Pelayanan 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Yayasan Pelayanan Misi Tuwapodita Paniai (YPMTP) menggelar Rapat Umum Pimpinan Tahun 2026…

5 jam ago

Mahasiswa UNCEN dan Greenpeace Jayapura Kampanyekan Isu Deforestasi Papua Saat Hari Valentine

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih (BEM…

5 jam ago