Berita

Forum Peduli Rakyat Awina Tolak Program MBG, Usulkan Skema Dana Tunai dan Penguatan Sekolah

LANI JAYA, TOMEI.ID | Forum Peduli Rakyat (FPR) Distrik Awina, Kabupaten Lanny Jaya, menyatakan sikap menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya dan mengusulkan agar skema tersebut dialihkan menjadi bantuan dana tunai serta penguatan fasilitas pendidikan.

Pernyataan sikap itu dirilis pada Senin (23/2/2026) dini hari sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait keamanan dan kualitas pelaksanaan program.

Dalam keterangan tertulisnya, TF-PR menyebut keresahan warga meningkat setelah beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan kasus keracunan yang dikaitkan dengan program serupa di sejumlah daerah lain. Informasi tersebut, menurut mereka, menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua dan siswa.

Namun demikian, informasi yang beredar di media sosial tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai validitas klaim tersebut dalam konteks Distrik Awina.

“Melihat kasus-kasus yang beredar, kami tidak ingin hal serupa terjadi pada generasi di Distrik Awina,” tulis TF-PR dalam pernyataannya.

Sebagai alternatif, TF-PR mengusulkan agar skema MBG di Distrik Awina diubah menjadi bantuan dana yang dapat dikelola untuk kepentingan pendidikan siswa. Beberapa poin yang mereka ajukan antara lain pengalihan anggaran menjadi bantuan tunai bagi pelajar SD, SMP, dan SMA, pembiayaan bulanan untuk kebutuhan pendidikan, serta dukungan guna melengkapi fasilitas sekolah.

Forum tersebut juga meminta adanya koordinasi terbuka antara pihak sekolah, koordinator program, serta pemerintah distrik guna membahas kemungkinan penyesuaian mekanisme pelaksanaan program.

Dalam pernyataannya, TF-PR menegaskan bahwa apabila aspirasi masyarakat tidak direspons dan terjadi dampak yang merugikan siswa, maka tanggung jawab moral dan administratif akan dimintakan kepada pihak terkait, termasuk koordinator MBG, kepala sekolah, dan Kepala Distrik Awina.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun penyelenggara program MBG terkait tuntutan tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai standar keamanan pangan, mekanisme pengawasan, serta prosedur mitigasi risiko dalam pelaksanaan program.

Penolakan ini mencerminkan pentingnya transparansi, sosialisasi menyeluruh, dan komunikasi berbasis data dalam implementasi kebijakan publik, khususnya yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Di tengah dinamika perdebatan yang berkembang, dialog konstruktif antara masyarakat, pihak sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci agar kebijakan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan lokal. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Salurkan Alat Pascapanen Kopi, Petani Mimika Didorong Tingkatkan Nilai Jual

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dengan rendah hati menyalurkan bantuan lima jenis…

3 jam ago

Dinkes Papua Tengah Perkuat Mutu Pelayanan Rumah Sakit, Pelaporan Online Jadi Perhatian

TIMIKA, TOMEI.ID | Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan standar administrasi.…

5 jam ago

LMS 2026 Resmi Ditutup, Pemred Suara.com Dorong Terapkan Materi untuk Kemajuan Media Lokal

JAKARTA, TOMEI.ID | Local Media Summit 2026 yang digagas Suara.com resmi ditutup oleh Pemimpin Redaksi…

1 hari ago

IUP Tambang PT Kristalin Resmi Dicabut, PT Antam Disiapkan Kelola Tambang Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah resmi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Kristalin Eka Lestari di…

2 hari ago

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

2 hari ago

Bupati Yudas Tebai Dorong Manajemen Talenta ASN Dogiyai, Karier Birokrasi Harus Objektif dan Transparan

JAKARTA, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)…

2 hari ago