Berita

FPM Papua Tengah Desak Pemerintah Segera Bertindak Dugaan Penyanderaan 9 Warga di Jila

NABIRE, TOMEI.ID | Forum Peduli Masyarakat (FPM) Papua Tengah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan DPR Papua Tengah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan sembilan warga sipil yang diduga disandera di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Desakan tersebut disampaikan FPM Papua Tengah melalui aksi damai di Kantor DPR Papua Tengah, Jalan Pepera, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (24/8/2026). 

Massa meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut dan segera memastikan kondisi serta keselamatan warga yang dilaporkan berada dalam situasi tersebut.

Pimpinan orasi FPM Papua Tengah, Jeri Etigai Muyapa, mengatakan persoalan tersebut harus segera ditangani pemerintah daerah hingga tingkat provinsi bersama DPR Papua Tengah.

“Kepada seluruh pihak, baik pemerintah daerah hingga provinsi dan juga DPR daerah hingga provinsi, tolong selesaikan masalah kemanusiaan ini. Masyarakat berhak hidup di atas tanah ini dengan aman dan damai,” ujar Jeri kepada wartawan di lokasi aksi.

Menurut Jeri, keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas dalam setiap penanganan persoalan keamanan di wilayah Papua Tengah. 

Karena itu, FPM meminta pemerintah mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur untuk memastikan kondisi sembilan warga yang disebut berasal dari Distrik Jila tersebut.

FPM Papua Tengah juga mendesak Pemprov Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika turun langsung ke lapangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi sembilan warga tersebut sekaligus mengupayakan langkah penyelamatan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.

Selain pemerintah daerah, FPM meminta DPR Papua Tengah segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan membangun koordinasi bersama pemerintah dan aparat keamanan guna mencari langkah penyelesaian yang tidak semakin membahayakan warga.

Dalam pernyataan sikapnya, FPM mengecam segala bentuk kekerasan dan penyanderaan terhadap masyarakat sipil. FPM juga menyoroti perlindungan terhadap kelompok sipil yang menjalankan pelayanan publik di Papua, termasuk tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan pilot.

FPM menegaskan warga sipil tidak boleh ditempatkan sebagai korban dalam konflik maupun kepentingan politik. 

Atas dasar itu, mereka meminta pemerintah memastikan sembilan warga yang disebut berada dalam ancaman tersebut dapat segera mendapatkan perlindungan dan keselamatan.

Jeri mengatakan penanganan persoalan di Jila harus diarahkan pada penyelesaian masalah kemanusiaan dan perlindungan masyarakat, bukan memperbesar ketegangan di tengah warga.

“Kami berharap persoalan ini segera ditangani agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan situasi kemanusiaan di Jila tidak semakin memburuk,” ujarnya.

Aksi tersebut diikuti perwakilan masyarakat dari delapan orang. Massa tiba sekitar pukul 09.00 WIT dengan membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan perlindungan serta keselamatan masyarakat sipil di Tanah Papua.

Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan FPM Papua Tengah menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak DPR Papua Tengah. Mereka meminta aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret untuk memastikan keselamatan warga sipil di Distrik Jila. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

7 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

7 jam ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

8 jam ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

9 jam ago

Lepas Kontingen STG ke Jambi, Meki Nawipa Tekankan Toleransi dan Karakter Generasi Muda

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi melepas kontingen Swayamvara Tripitaka Gatha (STG)…

10 jam ago

Meki Nawipa Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja…

16 jam ago