Freeport Apresiasi Tiga Anak Amungme dan Kamoro Lulus Dokter, Bukti Investasi Pendidikan Mulai Berbuah

oleh -1250 Dilihat

TIMIKA, TOMEI.ID | Tiga anak muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro resmi meraih gelar dokter melalui program beasiswa PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Capaian ini menjadi bukti bahwa investasi pendidikan jangka panjang yang telah berjalan hampir tiga dekade mulai menampakkan hasil nyata bagi masyarakat pemilik hak ulayat.

banner 728x90

Director dan EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan apresiasi atas capaian ketiga dokter muda tersebut.

“Pencapaian ini lahir dari disiplin, ketekunan, dan ketangguhan mereka. Freeport Indonesia bangga melihat generasi muda Papua menembus prestasi nasional dan global,” ujarnya.

Tiga penerima gelar dokter itu masing-masing merupakan sosok pertama dari suku mereka, yakni dr. Thalia Thomas Karupukaro sebagai dokter perempuan pertama dari Suku Kamoro, dr. Christanto Beanal sebagai dokter laki-laki pertama dari Suku Amungme, serta dr. Sephia Jangkup sebagai dokter perempuan pertama dari Suku Amungme.

Claus menegaskan bahwa kolaborasi antara PTFI, YPMAK, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan serta mendorong peningkatan kualitas SDM Papua, khususnya di wilayah adat Amungme dan Kamoro.

Program Beasiswa YPMAK yang berjalan sejak 1996 telah menjadi salah satu pilar investasi sosial PTFI, selain sektor kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Program ini ditujukan bagi masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa keberhasilan tiga dokter ini menunjukkan bahwa investasi pendidikan jangka panjang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan generasi muda Papua bertumbuh menjadi SDM kuat yang kembali membawa manfaat bagi komunitasnya,” ujarnya.

dr. Thalia Thomas Karupukaro, yang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya pada 4 November 2025, telah menerima beasiswa sejak SMP di Tomohon. Ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut membuka pintu bagi dirinya untuk kembali mengabdi di tengah masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.

“Beasiswa ini membuka jalan bagi banyak anak Papua. Saya ingin menjadi bagian dari solusi masalah akses kesehatan di Papua,” ujarnya.

dr. Christanto Beanal, lulusan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya dan kini melanjutkan pendidikan S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan, menilai bahwa dukungan YPMAK tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga moral dan psikologis.

“YPMAK menjadi support system sejak awal. Bukan hanya soal administrasi, tetapi juga pendampingan emosional selama proses pendidikan,” katanya.

Sementara itu, dr. Sephia Jangkup, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan kini menjalani internship di RSUD Mimika, berharap keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi Amungme dan Kamoro.

“Ini bukti bahwa anak-anak Timika bisa menjadi dokter dan memberi teladan bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

PT Freeport Indonesia, afiliasi Freeport-McMoRan Inc. dan MIND ID mengoperasikan tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia. Melalui operasi terintegrasi dari hulu hingga hilir serta smelter di Gresik, PTFI terus memperkuat komitmennya pada praktik pertambangan berkelanjutan dan peningkatan kualitas SDM Papua Tengah.

Keberhasilan tiga dokter muda ini menjadi indikator bahwa kemitraan perusahaan dengan masyarakat dapat menghasilkan capaian konkret ketika dijalankan secara konsisten, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat adat setempat. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.