Berita

Gaibii Boma Soroti Sejarah Freeport: Nobar di Jayapura Angkat Isu Penentuan Nasib Sendiri

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Papua, Gaibii Boma, menyoroti pentingnya membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap sejarah PT Freeport Indonesia melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di Asrama Paniai, Kota Jayapura, Selasa (7/4/2026) malam.

Kegiatan yang diinisiasi Bidang Hukum dan HAM Asrama Yamee Owaa Kabupaten Paniai (AMY-KP) itu diikuti mahasiswa dan masyarakat Papua sebagai ruang refleksi bersama atas dinamika panjang pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Tanah Papua.

Menurut Gaibii, nobar tersebut bukan sekadar pemutaran materi sejarah, melainkan upaya membuka ruang diskusi yang lebih luas agar mahasiswa dan masyarakat memahami dampak kehadiran industri besar di Papua secara kritis dan menyeluruh.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama agar mahasiswa tidak hanya melihat sejarah, tetapi memahami dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Papua hari ini,” ujar Boma kepada tomei.id dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa kesadaran sejarah harus menjadi fondasi dalam membangun sikap kritis, terutama bagi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di Papua.

“Kami ingin membangun kesadaran kolektif, agar mahasiswa mampu membaca realitas dan mengambil peran dalam perubahan sosial,” tegasnya.

Kegiatan ini mengangkat tema “Tutup PT Freeport dan Berikan Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua Barat,” yang mencerminkan pandangan kritis sebagian masyarakat terhadap isu keadilan sosial dan pengelolaan sumber daya alam.

Selain pemutaran materi, diskusi terbuka juga digelar, memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta refleksi terhadap situasi yang dihadapi masyarakat Papua saat ini.

Gaibii menilai forum semacam ini penting untuk menjaga ruang dialog tetap hidup di tengah dinamika sosial yang terus berkembang di Papua.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut berjalan tertib dan mendapat respons antusias dari peserta, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi pemikiran di kalangan mahasiswa Papua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kritis yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam memperjuangkan isu-isu sosial di Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Edukasi Warga Sumber Boga tentang Pengolahan Limbah Rumah Tangga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mitra Universitas Airlangga melalui Tim Lentera…

35 menit ago

IPMMO Se-Jawa dan Bali Menolak Wacana Pembangunan Pos Militer Nonorganik di Distrik Wandae

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali secara tegas menyatakan…

57 menit ago

TNI Kuasai Tiga Distrik di Paniai, Mahasiswa Minta Pemerintah Tarik Pasukan

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Kabupaten Paniai di Nabire, Papua Tengah, mendesak pemerintah segera menarik…

1 jam ago

Obet Magai Tekankan Perpustakaan Sekolah Harus Aktif Usai Salurkan Buku ke Lima Sekolah di Mapia

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menegaskan bahwa perpustakaan…

2 jam ago

Yohanes Kemong Desak Bupati Mimika Mundur dari Jabatan, Ini Alasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika,…

1 hari ago

Warga Wolo Pertanyakan Kelayakan Jembatan Kali Ilu, Minta Dinas PU Buka Transparansi Anggaran

WAMENA, TOMEI.ID | Masyarakat dan pemerintah kampung di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, membantah…

1 hari ago