Berita

Gerakan Hijau dari Jalanan: Komunitas Agamua Bagi Bibit Gratis, Ajak Warga Selamatkan Hutan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Inisiatif akar rumput kembali bergerak. Komunitas Lapak Baca Jalanan Kota Agamua bersama Front Peduli Lingkungan Kota Agamua menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui pembagian bibit pohon gratis di kawasan Menara Salib, pada Jumat (20/3/2026) besok. 

Gerakan ini tidak sekadar seremonial, melainkan respons atas meningkatnya ancaman terhadap kelestarian hutan Papua akibat tekanan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam yang kian masif.

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai kombinasi antara aksi lapangan dan edukasi publik, dengan tujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan.

“Hutan Papua memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan. Penghijauan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan,” demikian pernyataan perwakilan komunitas dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Kamis, (19/3/2026).

Selain pembagian bibit, masyarakat juga akan diberikan pemahaman mengenai fungsi ekologis hutan, mulai dari menjaga kualitas udara, mencegah bencana banjir, hingga menjamin ketersediaan sumber air bagi generasi mendatang.

Gerakan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat luas untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Panitia menegaskan bahwa hutan Papua bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan makna sosial dan kultural yang kuat bagi masyarakat adat, sehingga upaya menjaga hutan menjadi bagian dari menjaga identitas dan keberlangsungan hidup.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi atau memperoleh bibit pohon secara gratis dapat langsung menghubungi Komunitas Lapak Baca Jalanan Kota Agamua maupun Front Peduli Lingkungan Kota Agamua melalui kontak yang telah disediakan dalam pamflet kegiatan.

Melalui kegiatan ini, komunitas berharap tumbuh kesadaran baru bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama yang dimulai dari langkah kecil di tingkat masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi pemantik gerakan berkelanjutan di Papua Pegunungan, di mana masyarakat tidak hanya berbicara tentang krisis lingkungan, tetapi mulai bergerak untuk menjadi bagian dari solusi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Puncak Berangkatkan 317 Siswa, Gubernur Meki Sebut Ini Langkah Tepat Hadapi Masa Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengapresiasi langkah Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang…

2 jam ago

Pemprov Papua Tengah Percepat Harmonisasi Regulasi Otsus, Forum SKPD Sinkronkan Produk Hukum Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempercepat harmonisasi produk hukum daerah sebagai langkah…

6 jam ago

Papua Tengah Klaim Terdepan Terapkan SIPD-RI dan SP2D Online, Tumiran: Pengelolaan Keuangan Kita Lebih Baik

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, menyebut Provinsi Papua Tengah…

7 jam ago

Pemprov Papua Tengah Luncurkan SIPD-RI Berbasis SP2D Online dan KKPD

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia…

7 jam ago

IMP Manokwari Dukung Aksi Nasional Jilid II, Desak Pemerintah Buka Dialog untuk Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Paniai (IMP) Kota Studi Manokwari menyatakan dukungan terhadap Aksi Nasional…

9 jam ago

Fase Grup Rampung, 32 Tim Resmi Melaju ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Babak fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Sebanyak 32 negara memastikan…

9 jam ago