Berita

Gubernur Meki Gencarkan Upaya Penghentian Konflik di Kwamki Narama: Prioritaskan Perdamaian Jelang Natal

TIMIKA, TOMEI.ID | Guna menjamin keamanan bagi warga sekitar demi menjelang Natal, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengambil langkah tegas untuk mengakhiri konflik sosial yang berkecamuk di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Agenda strategis ini diawali dengan menggelar pertemuan penting bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan unsur Forkopimda di Rimba Hotel, Timika, Sabtu (20/12/2025).

Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk merumuskan solusi komprehensif guna menghentikan perang saudara di wilayah tersebut. Pemerintah memprioritaskan terciptanya stabilitas keamanan demi menjamin kedamaian masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal 2025.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi, mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Kapolda, Danrem, Kabinda, hingga Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Kehadiran tokoh-tokoh dari Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Tengah, serta pejabat dari Kabupaten Puncak semakin memperkuat komitmen kolektif untuk menyelesaikan konflik secara permanen.

Tidak hanya di tingkat pejabat, pemerintah juga menempuh pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama para korban dan perwakilan warga yang bertikai. Langkah ini diambil untuk mendengarkan langsung aspirasi akar rumput dan memahami akar permasalahan secara mendalam demi keadilan semua pihak.

Gubernur Meki Nawipa dengan tegas menyerukan penghentian total seluruh pertikaian. Ia menekankan bahwa per 20 Desember 2025 harus menjadi titik balik berakhirnya kekerasan di Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah.

“Perang harus berhenti! Jangan ada lagi pertumpahan darah. Kita, orang Papua, jumlahnya tidak banyak, jangan terus-menerus saling mengorbankan nyawa,” ujar Gubernur Meki dengan nada prihatin.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Mimika John Rettob menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan aparat adalah bukti nyata negara hadir untuk mengakhiri konflik. Pemerintah menyatakan kesiapannya menjadi penjamin dalam proses rekonsiliasi serta menyalurkan bantuan pascakonflik bagi masyarakat terdampak.

Setelah situasi dipastikan kondusif, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan melakukan koordinasi lanjutan di Nabire untuk menyelesaikan persoalan sosial secara menyeluruh. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa penghentian perang adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Yang terpenting saat ini adalah perang harus berhenti. Hentikan semua pertikaian. Jangan ada lagi perang,” tegas Gubernur Meki mengakhiri arahannya demi keselamatan seluruh rakyat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kematian Okto Tigau dan Markina Sondegau di Intan Jaya

JAKARTA, TOMEI.ID | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan dugaan pelanggaran hak asasi…

48 menit ago

Pelatihan SDM UMKM Papua Pegunungan Hasilkan 13 Rekomendasi, Pemprov Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha OAP

WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan menghasilkan 13 rekomendasi strategis untuk…

3 jam ago

SMAN 1 Manokwari Wakili Papua Barat ke Nasional, Siap Rebut Gelar Juara LCC Empat Pilar MPR RI

MANOKWARI, TOMEI.ID | SMA Negeri 1 (SMAN 1) Manokwari kembali mengukir prestasi di bidang akademik.…

11 jam ago

Gerakan Pangan Murah Papua Barat Bantu Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di…

12 jam ago

Wakil Bupati Manokwari Buka Pertemuan Advokasi dan Koordinasi BIAS 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

MANOKWARI, TOMEI.ID | Wakil Bupati Manokwari secara resmi membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Sosialisasi Pencegahan…

12 jam ago

Lomba Tari Yosim Pancar Perebutkan Hadiah Rp130 Juta, Meriahkan HUT Ke-4 Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Lomba Tari Yosim Pancar (Yospan) sebagai…

2 hari ago