Berita

Gubernur Meki Nawipa Apresiasi Langkah Dinkes Adakan Rakerkesda Perdana di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa mengapresiasi langka Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengadakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) pertama di Papua Tengah.

Rakerkesda tersebut berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu 23 April 2025 di Aula Kantor Gubernur, untuk membahas strategi penguatan layanan kesehatan primer, optimalisasi sistem rujukan, pemberdayaan tenaga medis, serta peran lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat Papua Tengah.

BACA JUGA : Usai Dilantik Presiden, Gubernur dan Wagub Papua Pegunungan Rayakan Paskah Bersama Rakyat di Sentani

Rakerkesda dengan mengusung tema “Sinergitas Asta Cita dan Papua Tengah Emas untuk Kesehatan yang Adil, Bermartabat dan Berkelanjutan” ini melibatkan Kepala Dinas Kesehatan 8 kabupaten, LSM yang bergerak dalam bidang kesehatan seperti, KPA dan pemangku kepentingan lainnya yang bergerak dalam bidang kesehatan.

Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah yang telah melaksanakan Rakerkesda yang pertama kali di Provinsi Papua Tengah.

Selanjutnya, Dokter Silwanus juga menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada para narasumber yang hadir pada Rakerkesda tersebut.

“Intinya kesehatan itu kata benda, maka perlu SDM untuk gerakkan kesehatan,” katanya.

BACA JUGA : Freeport Setor Rp7,73 Triliun ke Pemerintah Pusat dan Daerah, ini tujuannya

Menurut dr. Silwanus, Rakerkesda yang digagas Plt Kadinkes Papua Tengah merupakan langka awal yang baik. Walau baru ditunjuk sebagai Plt Kadinkes Papua, dr. Agus dinilai memunyai pandangan proyektif dengan nilai dedikasi tinggi soal kesehatan.

Sekedar diketahui, awalnya Gubernur Meki Nawipa direncanakan membuka Rakerkesda tersebut namum seman karena terlambat pesawat dari Jayapura ke Nabire. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Koteka Sebagai Simbol Identitas Budaya Melanesia di Papua Barat

Oleh: Marius Nokuwo Terkhusus di wilayah pegunungan Papua, identitas kultural terpetakan jelas dalam dua rumpun…

52 menit ago

Batik Air Bakal Masuk Nabire 23 April: Pemprov Papua Tengah Dorong Lompatan Konektivitas dan Ekonomi Wilayah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan rencana masuknya Batik Air ke Bandara…

1 jam ago

Konflik Dan Kekerasan Dogiyai Gugurnya Hak untuk Hidup, Duka yang Tak Memihak

Oleh: Frater Sebedeus Mote ​​Sepanjang sejarah dalam kehidupan manusia tidak ada yang lebih berharga pada…

2 jam ago

Anderian Kamo Tegas Soroti Tragedi Dogiyai: KOMPASS Desak Pengusutan Transparan dan Pendekatan Humanis Berbasis HAM

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, menyampaikan pernyataan sikap…

2 jam ago

Papua Tengah Dorong Dana Abadi Daerah: Instrumen Strategis Perkuat Ketahanan Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mulai mematangkan langkah pembentukan Dana Abadi Daerah…

5 jam ago

Terupdate: Tragedi Berdarah Dogiyai, Data Korban Masih Simpang Siur! Kapolsek Didesak Bertanggung Jawab

DOGIYAI, TOMEI.ID | Perkembangan terbaru pasca tragedi berdarah di Kabupaten Dogiyai pada Selasa (31/3/2026) menunjukkan…

7 jam ago