Berita

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Dorong Revisi Otsus dan Penguatan Layanan Dasar dalam Peluncuran RAPPP 2025–2029

JAKARTA, TOMEI.ID | Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan urgensi penguatan kebijakan otonomi khusus (PK Otsus) serta keberpihakan anggaran dalam percepatan pembangunan (KAPP) di seluruh wilayah Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikannya dalam Peluncuran Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025–2029 bertajuk “Bergerak Bersama untuk Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif” yang digelar di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam forum yang dihadiri jajaran kementerian, gubernur se-Tanah Papua, kepala daerah, komite eksekutif, BUMN, dan insan pers itu, Meki Nawipa menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan pemerintah pusat. Ia menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi daerah, meskipun sejumlah kebijakan strategis telah ditetapkan sebelumnya.

baca juga: Tindak Lanjut Pembentukan KORPRI Papua Tengah, BKPSDM Tekankan Sinergi dan Komitmen Bersama

Meki menegaskan kehadiran para kepala daerah Papua merupakan wujud keseriusan dan komitmen kolektif untuk memastikan percepatan pembangunan benar-benar menyentuh rakyat. Ia menyoroti tingginya biaya transportasi dan keterbatasan akses, khususnya menjelang Natal, namun tidak mengurangi tekad pemerintah daerah untuk hadir dan terlibat aktif dalam agenda nasional tersebut.

Gubernur Papua Tengah itu juga melaporkan bahwa pada 14–15 April 2025 telah digelar pertemuan antara pemerintah provinsi se-Tanah Papua bersama organisasi kepemudaan (OKP). Pertemuan tersebut menghasilkan sembilan poin rekomendasi strategis percepatan pembangunan Papua yang kini disampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat agar menjadi perhatian dalam implementasi RAPPP di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

baca juga: Perkuat Profesionalisme dan Integritas ASN, Pemprov Papua Tengah Matangkan Pembentukan KORPRI

Salah satu isu krusial yang disoroti Meki Nawipa adalah pemangkasan dana Otonomi Khusus (Otsus). Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghambat percepatan pembangunan, terutama di wilayah konflik, pegunungan, dan daerah terpencil. Ia secara tegas meminta pemerintah pusat meninjau kembali Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2025, agar semangat Otsus dikembalikan dan diperkuat.

“Tanpa penguatan Otsus, percepatan pembangunan tidak akan berjalan. Papua tidak bisa dibangun dengan pendekatan konflik, tetapi dengan keadilan ekonomi dan keberpihakan anggaran,” tegas Meki.

Di bidang pendidikan, Meki Nawipa mengungkapkan hasil riset Universitas Papua (UNIPA) dan data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang menunjukkan Papua membutuhkan anggaran sekitar Rp9,4 triliun selama 10 tahun untuk memberantas buta huruf dan memperbaiki sistem pendidikan. Ia mengusulkan agar 10 persen kontribusi PT Freeport Indonesia dialokasikan khusus bagi sektor pendidikan Papua.

“Jika 10 persen itu dialokasikan untuk pendidikan, maka persoalan buta huruf, gizi anak sekolah, dan sekolah sepanjang hari dapat diselesaikan,” ujarnya.

Selain pendidikan, layanan kesehatan menjadi perhatian serius. Meki menyoroti belum tersedianya rumah sakit rujukan di sejumlah provinsi baru, termasuk Papua Tengah. Ia menyinggung kasus meninggalnya warga akibat keterbatasan layanan kesehatan sebagai bukti mendesaknya pembangunan fasilitas rujukan di setiap provinsi di Tanah Papua.

“Negara ini besar dan kaya. Kita tidak boleh lagi membiarkan rakyat meninggal karena tidak ada rumah sakit rujukan,” katanya.

Pada sektor infrastruktur, Meki Nawipa menekankan pentingnya pemerataan listrik, peningkatan konektivitas darat dan udara, serta penguatan bandara strategis di Sorong, Jayapura, Timika, dan Merauke sebagai pintu masuk internasional. Menurutnya, konektivitas antarkabupaten dan antardaerah akan menekan disparitas harga dan membuka isolasi wilayah pegunungan dan pedalaman.

Menutup pernyataannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung seluruh program prioritas nasional, termasuk Sekolah Garuda, Koperasi Merah Putih, program makanan bergizi di sekolah, serta penguatan budaya lokal melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Korban Keracunan Makanan MBG di Depapre Bertambah, Puskesmas Siaga Penuh Tangani Pelajar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis…

7 jam ago

Gubernur Dominggus Mandacan Ajak Masyarakat Papua Barat Jaga Kamtibmas Sambut HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menginstruksikan seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan…

23 jam ago

KNPB Pusat Bacakan Sembilan Pernyataan Sikap Politik, Serukan Aksi Nasional 15 Agustus di Tanah Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat bersama komponen perjuangan dan massa pendukung…

1 hari ago

KNPB Balim Barat Gelar Aksi Damai di Lanny Jaya, Serahkan 12 Tuntutan Politik ke DPRD

TIOM, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim Barat menggelar aksi damai di…

1 hari ago

Asprov PSSI Papua Tengah Diminta Segera Gelar Musda, PSSI Targetkan Kepengurusan Definitif Akhir 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah diminta segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda)…

1 hari ago

Jekson Hisage: Pemuda Papua Pegunungan Harus Bersatu Menjadi Kekuatan Perubahan

WAMENA, TOMEI.ID | Wakil Sekretaris DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Pegunungan, Jekson…

2 hari ago