Berita

Gubernur Tegur Keras, MRP Papua Tengah Kini Wajib Hadir Kawal Otsus

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan kewajiban pelibatan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam setiap proses Otonomi Khusus (Otsus), setelah Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melontarkan teguran keras terkait minimnya keterlibatan lembaga tersebut dalam forum strategis daerah.

Penegasan ini sekaligus menjadi langkah korektif terhadap praktik sebelumnya, di mana MRP belum dilibatkan secara optimal dalam perencanaan pembangunan, meskipun memiliki mandat sebagai lembaga kultural representasi Orang Asli Papua (OAP) dan bagian penting dalam pelaksanaan Otsus.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyatakan kehadiran anggota MRP dalam forum Musrenbang Otsus dan RKPD 2027 menjadi bentuk penghormatan terhadap eksistensi lembaga tersebut sekaligus langkah korektif atas minimnya pelibatan sebelumnya.

“Baru pada Musrenbang ini betul-betul kita melibatkan dan semua anggota MRP bisa hadir terlibat secara utuh,” ujar Pj Sekda dalam arahannya, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi pengabaian terhadap MRP dalam setiap tahapan Otsus. Seluruh bupati dan kepala Bappeda di delapan kabupaten diwajibkan menghadirkan perwakilan MRP dalam Musrenbang Otsus di tingkat daerah.

“Kita bicara Otonomi Khusus, rohnya ada di MRP,” tegasnya.

Lebih jauh, Sekda mengingatkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan anggaran kepada MRP untuk menjalankan fungsi pengawasan. Karena itu, MRP diminta memastikan seluruh program Otsus berjalan sesuai perencanaan, baik untuk tahun berjalan maupun tahun anggaran berikutnya.

“Dana Otsus yang turun ditahun 2026, pelaksanaan harus sesuai dengan yang diusulkan pada saat Musrenbang Otsus tahun 2025,” tegasnya.

Terkait transparansi, Pemprov Papua Tengah menyatakan siap membuka akses laporan penggunaan dana Otsus kepada MRP. Permintaan laporan tersebut diakui telah disampaikan dan akan dipenuhi secara bertahap.

“Untuk Provinsi Papua Tengah kami siap menyerahkan. Khusus laporan Otsus tahun 2025. Saya meminta waktu sampai bulan Juni,” janjinya.

Penundaan tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga pemerintah daerah perlu memastikan seluruh dokumen audit rampung sebelum diserahkan.

“Laporan yang sudah auditit bapa-ibu MRP minta kami siap menyerahkan. Lokasi kegiatannya dimana, hasilnya bagaimana, berapa penerapan dana, semuanya sudah ada. Kami akan menyerahkan dan bisa dipelajari untuk menjadi dokumen untuk perbaikan kita dimasa-masa yang akan mendatang,” jelasnya.

Keterlibatan MRP dalam forum perencanaan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat fungsi pengawasan, memperbaiki sinkronisasi kebijakan, serta memastikan arah Otsus benar-benar berpihak pada kepentingan Orang Asli Papua.

Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi proses perencanaan pembangunan yang mengabaikan peran lembaga kultural, khususnya dalam pengelolaan dana dan kebijakan Otonomi Khusus di Papua Tengah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Fransina Daby Salurkan 17 Ekor Bibit Babi dan Bantuan Pangan untuk Papua Worship Kids di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Demokrat, Fransina Daby, menyalurkan 17 ekor…

5 jam ago

DPW PKB Papua Pegunungan Salurkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Gereja di Balim Tengah

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan merealisasikan program…

5 jam ago

Yeki Tobai: Musdalub Perbasi Harus Hasilkan Program Terukur dan Atlet Berprestasi

NABIRE, TOMEI.ID | Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Yeki Tobai,…

5 jam ago

Vivian Gobai Usung Empat Misi Bangun Fondasi Basket Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Perbasi Papua Tengah periode 2026–2030, Vivian Gobai, menetapkan visi dan…

6 jam ago

FMPP Tuding Polisi Bubarkan Paksa Diskusi Publik di Wamena, Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan

WAMENA, TOMEI.ID | Forum Mahasiswa Papua Pegunungan (FMPP) menuding aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya membubarkan…

9 jam ago

Sah! Vivian Gobai Resmi Pimpin PERBASI Papua Tengah Periode 2026–2030

NABIRE, TOMEI.ID | Vivian Gobai resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket…

10 jam ago