Berita

Harga Barang Terus Naik, Masyarakat Manokwari Desak Pemerintah Segera Kendalikan Harga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kenaikan harga kebutuhan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari di Kabupaten Manokwari memicu keluhan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat Manokwari, Marthen Tironi, mendesak Pemerintah Kabupaten Manokwari, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga serta menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Marthen Tironi, lonjakan harga yang terjadi di pasar, kios, dan toko semakin memperberat beban ekonomi warga. Masyarakat, kata dia, mempertanyakan penyebab kenaikan harga yang terjadi hampir pada seluruh komoditas kebutuhan sehari-hari.

“Ekonomi masyarakat saat ini semakin sulit. Warga bertanya mengapa harga hampir semua barang terus naik. Pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini dan menjelaskan penyebab kenaikan harga kepada masyarakat,” ujar Marthen Tironi, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Harga beras ukuran 50 kilogram, misalnya, disebut naik dari Rp700.000 menjadi Rp800.000 per karung. Gula pasir meningkat dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng naik dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per liter.

Selain itu, harga telur ayam naik dari Rp65.000 menjadi Rp75.000 per rak. Bawang merah meningkat dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, bawang putih dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, cabai dari Rp80.000 menjadi Rp120.000 per kilogram, dan tomat dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada ikan segar yang disebut meningkat dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, harga sabun mandi naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per batang dan sabun cuci dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per bungkus.

Marthen Tironi meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi barang, menjamin ketersediaan pasokan, serta mengambil langkah pengendalian harga agar lonjakan biaya kebutuhan pokok tidak terus membebani masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus segera menghadirkan kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling merasakan dampak kenaikan biaya hidup. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Solidaritas Merauke Desak Pemerintah Hentikan Proyek PSN Industri Pertahanan di Wanam, Nilai Langgar Hak Masyarakat Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Koalisi organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas Merauke mendesak pemerintah meninjau…

37 menit ago

Gembala Yonas Nambagani dan Tiga Warga Sipil Diklaim Ditangkap Aparat di Intan Jaya, Keberadaan Belum Diketahui

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS…

57 menit ago

BREAKING NEWS: Warga Sipil dan Kepala Kampung di Sugapa Dilaporkan Ditangkap Aparat

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Sejumlah warga sipil, termasuk seorang kepala kampung di Kampung Jalai, Distrik…

3 jam ago

Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kematian Okto Tigau dan Markina Sondegau di Intan Jaya

JAKARTA, TOMEI.ID | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan dugaan pelanggaran hak asasi…

11 jam ago

Pelatihan SDM UMKM Papua Pegunungan Hasilkan 13 Rekomendasi, Pemprov Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha OAP

WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan menghasilkan 13 rekomendasi strategis untuk…

13 jam ago

SMAN 1 Manokwari Wakili Papua Barat ke Nasional, Siap Rebut Gelar Juara LCC Empat Pilar MPR RI

MANOKWARI, TOMEI.ID | SMA Negeri 1 (SMAN 1) Manokwari kembali mengukir prestasi di bidang akademik.…

21 jam ago