Berita

Hilux Hanyut di Kali Didohu, Warga Pegaf Desak Pemda Prioritaskan Jembatan Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Hanyutnya satu unit mobil Strada Hilux di Kali Didohu kembali membuka fakta buruknya kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.

Peristiwa yang nyaris merenggut keselamatan warga itu memicu desakan keras masyarakat agar pemerintah daerah segera membangun jembatan permanen di Kali Dibedik dan Dibecik, Distrik Didohu.

Desakan tersebut disampaikan mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Arfak, Yanus Dowansiba, Minggu (24/5/2026) di Amban, Manokwari.

Ia menegaskan masyarakat di wilayah Didohu selama bertahun-tahun hidup dalam ancaman banjir, keterisolasian, dan minimnya akses transportasi yang aman.

Menurut Yanus, sedikitnya 14 kampung di wilayah Sri dan Didohu serta 15 kampung di Stasiun Tiga hingga kini masih sangat bergantung pada jalur penyeberangan kali tanpa jembatan permanen. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat lumpuh setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Sedikit hujan saja air langsung naik dan masyarakat tidak bisa melintas. Kami hidup dalam ketakutan setiap musim hujan datang. Bahkan sekarang sudah ada mobil yang hanyut terbawa arus,” ujar Yanus.

Ia menjelaskan, kendaraan roda empat maupun roda dua masih harus menyeberangi kali secara langsung karena pemerintah belum menyediakan infrastruktur jembatan yang memadai. Medan geografis Distrik Didohu yang berat dan rawan banjir semakin memperburuk kondisi transportasi masyarakat pedalaman.

Situasi tersebut semakin memprihatinkan setelah satu unit mobil Strada Hilux dilaporkan hanyut saat menerobos arus banjir di Kali Didohu. Tidak hanya kendaraan, sejumlah barang milik masyarakat yang berada di atas mobil juga ikut terseret derasnya arus sungai.

Peristiwa itu dinilai menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Pegaf masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut keselamatan manusia.

“Masyarakat terus menjadi korban akibat keterbatasan akses. Kami berharap pemerintah jangan hanya melihat dari laporan, tetapi turun langsung ke lapangan dan melihat penderitaan masyarakat di Didohu,” katanya.

Yanus mengakui Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak sejauh ini telah menunjukkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur. Namun, realisasi pembangunan di lapangan dinilai belum maksimal dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di daerah terpencil.

Karena itu, masyarakat mendesak agar pembangunan jalan dan jembatan pada jalur Didohu–Testega dijadikan prioritas utama pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus menjamin keamanan masyarakat saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain memperlancar mobilitas warga, pembangunan jembatan permanen juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta mengurangi risiko kecelakaan maupun korban jiwa akibat banjir.

Kondisi yang dialami masyarakat Distrik Didohu menjadi gambaran nyata perjuangan warga pedalaman Papua Barat yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Harapan masyarakat pun sederhana, yakni menghadirkan akses jalan dan jembatan yang aman agar tidak ada lagi kendaraan, harta benda, maupun nyawa manusia yang menjadi korban akibat derasnya arus banjir di wilayah tersebut.

Masyarakat Distrik Didohu berharap Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak segera mengambil langkah konkret melalui pembangunan jembatan permanen di Kali Dibedik dan Dibecik demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat pedalaman. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Dorong Puncak Jadi Sentra Kopi dan Peternakan, Target 1,6 Juta Pohon Kopi di Pegunungan Papua Tengah

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kabupaten Puncak menjadi pusat pengembangan kopi…

2 jam ago

Guest House Megah Milik Bupati Puncak Elvis Tabuni Diresmikan Gubernur Meki Nawipa

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakilnya Deinas Geley meresmikan Guest House…

3 jam ago

Disambut Tarian Adat di Ilaga, Meki Nawipa Mulai Agenda Strategis Pembangunan di Kabupaten Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Suasana Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, dipenuhi nuansa adat dan antusiasme masyarakat…

3 jam ago

Imanuel Beni Itlay Akhiri Masa Kepemimpinan IMYAL, Tinggalkan Fondasi Persatuan Mahasiswa Yalimo di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ketua Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari periode 2025–2026, Imanuel Beni…

4 jam ago

Pelantikan Pengurus Baru IMYAL Manokwari Tegaskan Konsolidasi Mahasiswa Yalimo dan Regenerasi Kepemimpinan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari, Provinsi Papua Barat, resmi melantik…

4 jam ago

Sikapi Situasi Terkini, Dewan Adat se-Tanah Papua Serukan Enam Poin Strategis pada Pleno XIX di Wondama

WONDAMA, TOMEI.ID | Dewan Adat se-Tanah Papua menggelar Sidang Pleno XIX di Kabupaten Teluk Wondama,…

4 jam ago