Berita

Imlek 2577 Kongzili Dirayakan Meriah di Vihara Arya Dharma, Harmoni Lintas Iman Semarakkan Jayapura

JAYAPURA, TOMEI.ID | Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Arya Dharma, Jalan Raya Abepura–Entrop, Kota Jayapura, berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan, dengan antusiasme warga lintas agama yang tinggi, Selasa (17/2/2026).

Umat Buddha bersama masyarakat lintas agama memadati vihara sejak pagi untuk bersembahyang sekaligus menyaksikan atraksi barongsai yang memeriahkan suasana, menjadi simbol harmoni dan toleransi yang nyata.

Sejak pukul 10.00 WIT, warga mulai berdatangan untuk mengikuti ritual sembahyang Tahun Baru serta menyaksikan penampilan barongsai dari Papua Golden Tiger. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mencerminkan perayaan Imlek tidak hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas komunitas.

Pengurus vihara sebelumnya telah membuka area ibadah sejak Senin (16/2/2026) pukul 23.00 WIT guna melayani umat yang melaksanakan sembahyang malam pergantian tahun, tradisi yang menjadi bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Imlek.

Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Papua, Modalky Suwiryo Digandhi, menyatakan perayaan Imlek merupakan momentum penting bagi warga Tionghoa beragama Buddha untuk memperkuat nilai spiritual dan tradisi leluhur.

Menurut Modalky, Tahun Imlek 2026 menandai Tahun Kuda Api yang diyakini membawa energi besar, keberanian, dan peluang perubahan, serta momentum kebangkitan dan optimisme kehidupan baru.

“Tahun Kuda Api melambangkan semangat dinamis, keberanian mengambil langkah baru, dan inovasi. Kombinasi ini tergolong langka karena terjadi setiap 60 tahun dan dipercaya membawa perubahan besar, serta membuka peluang kemajuan dan transformasi kehidupan,” jelas Modalky.

Modalky menambahkan energi besar tersebut perlu diimbangi pengendalian diri agar tidak memicu konflik maupun tekanan emosional. Dirinya berharap semangat Tahun Kuda Api membawa keharmonisan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Selain sembahyang, rangkaian perayaan Imlek juga diisi festival budaya selama sekitar satu minggu di kawasan PTC Entrop Jayapura, dimulai dari Chu Yi hingga puncak perayaan Cap Go Meh.

Beragam kegiatan disiapkan untuk masyarakat, antara lain atraksi barongsai dan naga (liong), bazar kuliner khas Tionghoa, serta penampilan hiburan dalam rangka menyemarakkan perayaan, yang berlangsung meriah, tertib, aman, dan penuh sukacita.

Di tempat yang sama, Sekretaris Vihara Arya Dharma Jayapura, Hendri, menjelaskan perayaan Imlek di vihara rutin dilaksanakan setiap tahun dan bersifat terbuka bagi masyarakat umum, sebagai ruang kebersamaan dan interaksi sosial lintas komunitas.

Hendri menegaskan Imlek lebih merupakan perayaan budaya Tionghoa yang identik dengan umat Buddha, namun bukan hari raya keagamaan dalam ajaran Buddha, serta menjadi simbol warisan tradisi yang inklusif.

“Perayaan ini berakar dari budaya Tiongkok dan identik dengan umat Buddha, tetapi bukan perayaan keagamaan. Karena itu masyarakat umum juga turut merayakannya dengan nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama,” jelasnya.

Pada 28 Februari 2026 mendatang, vihara juga akan menggelar Festival Lampion yang memiliki makna spiritual sebagai simbol pelepasan ego, keserakahan, dan harapan buruk, serta doa bersama menuju kehidupan yang lebih harmonis.

Menurut Hendri, festival tersebut akan dihadiri bhikkhu dan menjadi momen refleksi spiritual bagi umat serta masyarakat, untuk memperkuat ketenangan batin dan kebijaksanaan hidup.

Hendri menambahkan perayaan Imlek di Jayapura selalu menarik partisipasi masyarakat lintas agama, menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan harmoni sosial di Tanah Papua, yang menjadi fondasi persatuan dalam keberagaman budaya.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena perayaan ini hanya berlangsung setahun sekali dan terbuka bagi semua kalangan,” ujar Hendri, menunjukkan tingginya minat publik terhadap tradisi budaya.

Pihak vihara juga berharap semangat Tahun Kuda Api membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan optimisme masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan sektor pariwisata.

“Semangat api melambangkan energi dan harapan. Kami berharap perekonomian Kota Jayapura ikut bangkit dan berkembang, serta mendorong kebangkitan usaha masyarakat pascapandemi global,” pungkasnya.

Perayaan Imlek tahun ini menegaskan bahwa tradisi budaya dapat menjadi jembatan persaudaraan, memperkuat toleransi, serta mempererat kebersamaan masyarakat multikultural di Papua, dalam semangat persatuan dan kedamaian yang berkelanjutan.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Masyarakat Kali Biru Tolak Pembangunan Pos Militer, Sampaikan Lima Tuntutan

DEKAI, TOMEI.ID | Puluhan warga, mahasiswa, dan aktivis lingkungan di Kabupaten Yahukimo menggelar aksi penolakan…

8 jam ago

China Berencana Bangun Pusat Sekolah Vokasi dan Pengembangan Padi di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah China berencana membangun pusat sekolah vokasi dan pusat pengembangan padi berbasis…

15 jam ago

Pemkab Manokwari Perkuat Gerakan BERLIAN untuk Kejar Target Imunisasi Anak 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat…

16 jam ago

Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0, Dua Pemain Lawan Digusur Kartu Merah

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko membuka kiprahnya di Grup A Piala Dunia 2026 dengan kemenangan…

24 jam ago

Meksiko Dominan, Tutup Babak Pertama dengan Keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan setelah…

1 hari ago

FIFA Diminta Bayar Rp1,7 Miliar kepada Wasit Afrika yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026

MEKSIKO, TOMEI.ID | FIFA didesak memberikan kompensasi sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar kepada…

1 hari ago