Berita

Insiden Pemukulan Kepala Kampung, Warga Minta Ajudan Bupati Kaimana Diganti

KAIMANA, TOMEI.ID | Masyarakat Suku Mee dari Kampung Wosokunu, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, menuntut agar ajudan Bupati Kaimana, Kintin, segera dicopot dari jabatannya.

Tuntutan ini muncul setelah ajudan tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap Kepala Kampung Wosokunu, Markus Mote.

Peristiwa berawal pada Kamis (28/8/2025), ketika Markus Mote hendak menemui Bupati Kaimana guna menyampaikan urusan dinas dan kampung. Ia telah menunggu sejak pagi hingga sore sekitar pukul 17.00 WIT, namun tidak kunjung bertemu. Kekecewaan Markus diluapkan dengan memukul meja sebagai bentuk desakan agar dapat bertemu langsung dengan bupati.

Tindakan itu justru berujung pada insiden. Ajudan Bupati Kaimana, Kintin, bersama aparat Satpol PP, diduga memperlakukan Markus secara kasar. Kejadian tersebut menuai kekecewaan masyarakat, mengingat Markus adalah kepala kampung yang membawa aspirasi warganya.

Keesokan harinya, Jumat (29/8/2025), masyarakat Kampung Wosokunu bersama warga dari Kampung Ereka, Etahima, Paparo, dan Urubika, serta perwakilan Distrik Arguni Bawah, Arguni Atas, Buruway, dan Teluk Etna, menggelar aksi damai di Kaimana. Dalam aksinya, mereka menuntut agar ajudan Bupati segera diganti.

“Kami masyarakat Suku Mee meminta agar ajudan Bupati Kaimana, saudara Kintin, segera dicopot. Jika tidak, kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas perwakilan massa aksi saat diterima keterangan awak media, Jumat, (29/8/2025).

Selain menuntut pencopotan ajudan, masyarakat juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kepala kampung sebagai pemimpin adat sekaligus pejabat pemerintahan kampung. Mereka menilai tindakan represif terhadap kepala kampung merupakan bentuk pelecehan terhadap masyarakat itu sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kaimana belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan masyarakat tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

10 jam ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

10 jam ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

11 jam ago

Geradus Bunai Pimpin GKII Wilayah III Papua Tengah

BOMOMANI, TOMEI.ID | Pendeta Geradus Bunai, M.Th., terpilih sebagai Ketua Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)…

11 jam ago

Listrik Perdana Menyala di Dervos dan Doufo, Meki Nawipa Dorong Pendidikan dan SDM Mamberamo

ILAGA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, meresmikan layanan listrik tenaga surya di…

11 jam ago

Kunker ke Puncak, Meki Nawipa Perkuat Layanan Kesehatan OAP dan Dorong Ekonomi Pemuda

ILAGA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan dan pemberdayaan…

12 jam ago